Budi Waseso: Penunjukan SBY & Megawati Jadi Penasihat Pramuka Tidak Politis

Kamis, 27 Desember 2018 17:46 Reporter : Supriatin
Budi Waseso: Penunjukan SBY & Megawati Jadi Penasihat Pramuka Tidak Politis Jokowi lantik Budi Waseso jadi Ketua Kwarnas Pramuka. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso menegaskan penunjukan Bacharuddin Jusuf Habibie, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, sampai Nadiem Makarim sebagai Dewan Penasihat Nasional Gerakan Pramuka tidak bermuatan politis.

"Jadi ini murni sebagai pembinaan generasi muda," katanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/12).

Dia menjelaskan, sebagian tokoh-tokoh yang masuk dalam jajaran Dewan Penasihat pernah berjasa membangun Pramuka. Bacharuddin Jusuf Habibie misalnya, pernah berkontribusi membangun Pramuka saat menjabat sebagai Presiden RI ketiga.

Demikian juga dengan Megawati Soekarnoputri yang pernah menjabat sebagai Presiden RI kelima. Begitu pun Susilo Bambang Yudhoyono saat menjabat Presiden RI keenam.

"Makanya kita ingin beliau-beliau sebagai penasihat. Siapa tahu pemikiran beliau, keinginan beliau yang dulu belum tercapai bisa kita serap, ambil, untuk mendorong Pramuka lebih baik," ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta penunjukan Dewan Penasihat Nasional Gerakan Pramuka tidak dikaitkan dengan isu politik. Apalagi disangkut pautkan dengan Pilpres 2019.

"Jadi jangan karena ini tahun politik dikait-kaitkan dengan politik. Sama sekali tidak ada. Pramuka tidak identik dengan kegiatan politik dan dia tak boleh berpolitik," tegasnya.

Mengenai mekanisme penunjukan Dewan Penasihat Nasional Gerakan Pramuka, menurut Budi Waseso, diawali dengan rapat tim formatur Kwartir Nasional. Dalam pertemuan, sejumlah nama yang dianggap berkompeten di bidangnya diusulkan untuk membangun Pramuka di masa mendatang.

"Jadi kita rapat tim formatur yang menyusunnya. Konsepnya begitu cara berpikirnya. Oh siapa-siapa saja orang yang bisa membangun Pramuka ke depan. Tentunya Bu Mega punya pemikiran Pramuka bagus. Bu Tien juga. Kalau Pak Harto ada, mungkin Pak Harto," jelasnya.

"Misalnya Pak Hary Tanoe. Beliau ketua partai. Loh bukan sebagai ketua partainya tapi sebagai pengusaha sukses yang kami anggap sukses untuk kita. Bagaimana menularkan ilmunya untuk generasi muda. Nanti kita membangun generasi muda itu dari segala aspek," imbuh dia.

Dalam susunan kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, 16 tokoh mengisi posisi Dewan Penasihat. Mereka adalah Bacharuddin Jusuf Habibie, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Try Sutrisno, Mustofa Bisri, Syafi'i Maarif dan Siti Hartati Murdaya.

Ada juga Frans Magnis Suseno, Soekarwo, Wisnutama, Harry Tanoe Sudibdjo, Jaya Suprana, Slamet Raharjo, Eka Cipta Wijaya dan Nadiem Makarim. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini