BNPT pantau ratusan WNI pulang dari Suriah, dari tempat tinggal sampai pergaulan

Rabu, 30 Mei 2018 18:09 Reporter : Sania Mashabi
BNPT pantau ratusan WNI pulang dari Suriah, dari tempat tinggal sampai pergaulan Kepala BNPT datangi Komnas HAM. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan, sudah ada ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari Suriah. Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan pada warga yang baru kembali dari Suriah tersebut.

"Ada beberapa ratus (sampai Mei 2018) tapi saya lupa (tepatnya). Kita datakan itu semua bahkan kita petakan," kata Suhardi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5).

Suhardi mengatakan, setelah pemetaan BNPT memberikan program deradikalisasi selama satu bulan kepada WNI itu. Begitu selesai, warga itu juga akan dipantau oleh BNPT.

"Yang telah kita laksanakan sebelum ada UU kemarin itu adalah kita mendata mereka memberikan program deradikalisasi satu bulan, habis itu kita kembalikan ke tujuannya dimana dia tinggal," ujarnya.

"Kita minta dari Kemendagri untuk mengutus perwakilan dari daerah itu untuk melihat dimana dia tinggal, bergaul sama siapa untuk monitoring selanjutnya," sambungnya.

Sebelum program deradikalisasi, kata Suhardi, BNPT lebih dahulu melakukan penilaian kepada WNI asal Suriah tersebut. Penilaian tersebut akan dikelompokan empat kelompok kluster yang nantinya menentukan jenis penanganannya.

"Jadi kluster ini treatmentnya berbeda-beda. Kita asessmentnya ini periodik. Kita libatkan psikolog, alim ulama yang tentunya ilmunya yang lebih tinggi daripada sasarannya," jelasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini