BNPB Mulai Ekspedisi Desa Tangguh Tsunami di Banyuwangi

Jumat, 12 Juli 2019 21:42 Reporter : Ulil Albab
BNPB Mulai Ekspedisi Desa Tangguh Tsunami di Banyuwangi BNPB Mulai Ekspedisi Desa Tangguh Tsunami di Banyuwangi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar ekspedisi ke sejumlah kelurahan dan desa di pesisir selatan Jawa agar masyarakat lebih tanggap bencana, khususnya tsunami. Ekspedisi untuk membentuk masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) resmi dimulai dari Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (12/7).

Tidak hanya di Jawa, BNPB juga bakal menggelar di pulau rawan bencana tsunami lain, seperti Sumatera, Sulawesi, Papua dan kepulauan lain. Kepala BNPB, Letjen (TNI) Doni Monardo menjelaskan, kegiatan ekspedisi Destana tsunami, khususnya di Pulau Jawa,akan berlangsung selama 34 hari, mulai 12 Juli hingga 17 Agustus 2019.

"Pertama kita harus tahu negara Indonesia masuk ancaman tertinggi di dunia. Bagaimana menyiapkan desa di selatan pulau Jawa, bisa menjadi desa tangguh bencana alam," kata Doni saat menemui ratusan peserta tanggap bencana di Banyuwangi.

BNPB Mulai Ekspedisi Desa Tangguh Tsunami di Banyuwangi ©2019 Merdeka.com

Setelah dari Kabupaten Banyuwangi, ekspedisi akan berlanjut ke Jawa Tengah dan Jawa Barat sampai dengan Kabupaten Serang, Banten. Total terdapat 584 desa dan kelurahan rawan bencana tsunami. Kegiatan ini bersinergi dengan BSN, Kemendagri, Kominfo, Pemkab, Pemprov, BMKG, relawan penanggulangan bencana, PMI, akademisi serta semua elemen masyarakat.

Doni menambahkan, dalam 19 tahun terakhir, jumlah korban bencana yang diakibatkan oleh gempa, likuivaksi, dan tsunami di Indonesia telah mencapai 1.300.000 orang. "Jumlah itu melebihi korban senjata di dunia, terutama Timur Tengah. Jadi tsunami merupakan senjata paling mematikan di dunia," katanya.

Agar jumlah dan dampak korban bencana bisa ditekan, upaya membentuk desa tanggap bencana perlu terus dilakukan oleh semua pihak, tidak hanya BNPB. "Kira-kira bisa gak sebanyak ini, kalau masyarakat tahu, mengambil langkah penyelamatan, kemungkinan korbannya tidak akan sebesar itu," jelasnya.

BNPB Mulai Ekspedisi Desa Tangguh Tsunami di Banyuwangi ©2019 Merdeka.com

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan menambahkan, kegiatan ekspedisi Destana akan diisi dengan materi-materi tentang mitigasi kebencanaan, cara menyelamatkan diri dan mendeteksi tanda-tanda adanya tsunami.

"Ketahanan di daerah, di desa dan kelurahan, harus dimulai oleh masyarakat itu sendiri, karena peralatan, SDM, personel masih lemah di daerah. Ini juga membantu pemerintah daerah, khususnya kawasan rawan bencana," paparnya.

Tidak hanya itu, peserta ekspedisi juga melakukan pemasangan rambu-rambu bencana dan penanaman bibit pohon cemara atau yang memiliki nilai guna. "Ini ekspedisi yang pertama dilakukan, di mulai dari Banyuwangi. Ini belum dilakukan di kota maupun provinsi di Indonesia," katanya.

BNPB Mulai Ekspedisi Desa Tangguh Tsunami di Banyuwangi ©2019 Merdeka.com

Dalam ekspedisi, peserta juga melakukan deklarasi masyarakat Jatim bela alam yang berisi kesepakatan untuk mengenali ancaman bencana, menjaga alam dengan tidak buang sampah di sungai, hingga menjadi pelopor bela alam. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Banyuwangi
  2. Banyuwangi
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini