Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNN sita 32 kg sabu dari kurir yang tewas ditembak

BNN sita 32 kg sabu dari kurir yang tewas ditembak BNN sita 32 Kg sabu dari kurir yang tewas ditembak. ©2017 merdeka.com/yan m

Merdeka.com - Sekurangnya 32 kg sabu-sabu diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari kurir dan pengedar narkoba yang mereka sergap, Minggu (19/2). Seorang terduga pelaku tewas dalam penyergapan itu.

Kurir yang tewas diketahui bernama Ananda Bagus (29), warga Dusun Titi Belanga, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Langkat, Sumut. Dia ditembak saat mencoba kabur dari sergapan petugas.

Satu orang lainnya tertangkap hidup-hidup. Pria bernama Benny Pasaribu (37), warga Kelambir V, Sunggal, Deli Serdang, ini ditengarai sebagai pengedar.

Pengiriman narkotika yang dilakukan Ananda terungkap setelah BNN mendapatkan informasi dari Malaysia. "Operasi ini juga melibatkan rekan kita dari Polis Diraja Malaysia yang menyebutkan adanya narkotika yang dibawa dari Malaysia melalui laut menggunakan kapal-kapal kecil menuju daerah pesisir pantai timur Sumatera dengan tujuan di Medan sebagai gudangnya," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari di Medan, Senin (20/2) sore.

Informasi itu ditindaklanjuti Satgas gabungan BNN dan Ditjen Bea Cukai. Mereka melakukan penyelidikan sehingga akhirnya menemukan kendaraan yang dicurigai. "Kemarin pagi kita mencurigai pikap hitam yang membawa narkoba itu dan satu sepeda motor," sambung Arman.

Kendaraan jenis pikap Isuzu Panther BK 9699 DD hitam itu diketahui bergerak dari Aceh menuju Medan, Sumatera Utara. Dalam perjalanannya, di sekitar traffic light daerah Pondok Kelapa Medan, dua orang yang ada di dalam pikap memberikan tas ransel hitam kepada seorang pengendara sepeda motor. Mereka kemudian berpisah.

Tim pun dibagi dua. Satu mengikuti pikap, yang lain mengejar pengendara sepeda motor.

Di Jalan Gagak Hitam, pengemudi mobil pikap diduga menyadari telah diikuti petugas. Mereka menambah laju kendaraannya.

Petugas terus melakukan pengejaran hingga ke jalur lingkar luar Medan. Tepat ketika di traffic light simpang Ring Road Setia Budi, pikap berhenti. Petugas memutuskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan itu.

Namun, pikap itu justru melaju kencang mencoba untuk meloloskan diri. "Anggota BNN memberikan peringatan tembakan ke udara, karena tidak diindahkan akhirnya petugas menembak ke arah badan kendaraan. Pikap itu akhirnya berhenti karena menabrak pohon pembatas jalan. "Satu orang di dalam ditemukan mengalami luka tembak," jelas Arman.

Ananda tertembak di bagian dada dan di bawah ketiak. Dia tewas di tempat kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara, Medan.

Dari pikap yang dikendarai Ananda, petugas menemukan sekitar 26 Kg sabu yang dibungkus dengan plastik dan kemasan warna kuning keemasan yang dimasukan dalam 2 tas hitam.

Sedangkan terhadap pengendara sepeda motor, petugas juga membuntuti hingga ke rumah kosnya di Jalan Merpati, Gang Mushola, Sei Kambing, Medan. Benny ditangkap, petugas juga mengamankan 6 Kg sabu. Selain itu ditemukan uang tunai Rp 45 juta yang diduga hasil penjualan narkotika.

"Dengan demikian total barang bukti yang berhasil diamankan petugas dalam ungkap kasus ini yaitu sebanyak 32 Kg sabu-sabu," sambung Arman.

Jasad Ananda masih berada di RS Bhayangkara Medan. Sementara Benny kini diamankan dan menjalani pemeriksaan untuk pengembangan dan proses hukum. Atas perbuatannya dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP