BNN Sebut Generasi Muda Indonesia Terpapar Narkotika Cukup Tinggi

Minggu, 27 November 2022 00:04 Reporter : Moh. Kadafi
BNN Sebut Generasi Muda Indonesia Terpapar Narkotika Cukup Tinggi Kepala BNN Petrus R. Golose. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Petrus R Golose mengatakan, generasi muda Indonesia cukup tinggi terpapar narkotika. Prevalensinya generasi muda terpapar atau menjadi pengguna narkotika mencapai 1,95 persen.

"Sekarang prevelensinya 1,95 persen dan termasuk tinggi untuk kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (26/11).

Dia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas kelompok kejahatan, terutama yang mengedarkan narkoba. Tidak ada toleransi kepada para bandar dan juga premanisme bila melakukan peredaran narkotika di Indonesia, khususnya di Pulau Bali.

"Sekali lagi saya sampaikan, bahwa kami tidak main-main terhadap peredaran narkotika dan zero tolerance, tidak ada toleransi untuk para bandar termasuk juga di Bali yang kita lihat sekarang mulai terbuka," ujarnya.

"Saya sudah perintahkan jajaran untuk memonitor dan melakukan tindakan terukur tegas tanpa pandang bulu. Khususnya apabila berkaitan dengan premanisme organisasi yang mendukung atau mereka melakukan peredaran gelap narkotika. Itu pesan saya," jelas Petrus.

2 dari 2 halaman

Cegah Peredaran Narkoba Jelang Nataru

Petrus mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan operasi interdiksi untuk antisipasi peredaran narkotika saat Natal dan Tahun Baru.

"Saya sudah lakukan operasi interdiksi. Bukan hanya di Bali tapi berkesinambungan, khususnya narkoba. Untuk Bali nanti lebih kepada BNNP Bali tetapi seluruh kita gelar operasi di Indonesia juga. Tentunya dengan kita menekan di tempat-tempat lain mengurangi pasokan narkotika di akhir tahun," ujarnya.

Namun untuk saat ini, dia menerangkan, situasi peredaran narkotika sudah bisa diatasi dan penangkapan pelaku narkotika menjelang akhir tahun sudah ditingkatkan.

"Kita barusan juga mengungkap beberapa tempat yang lain dengan jumlah yang banyak. Karena kita tau, bahwa transnational
organized crime ini mereka ada superlap yang berada di golden triangle," jelasnya.

"Saya akan berangkat ke sana, untuk koordinasi dengan para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan penanggulangan narkotika untuk menekan suplai masuk ke Indonesia, terutama juga suplai narkotika. Apalagi sekarang yang amat sangat tinggi adalah sabu dan tentunya yang banyak juga dari dalam negeri mariyuana atau ganja," tutup Petrus. [fik]

Baca juga:
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kesbangpol Samosir Gelar Acara Sosialisasi P4GN
BNN Miliki Laboratorium Baru di Samarinda, Bisa Teliti Narkoba Jenis Baru
Industri Ekstasi di Pekanbaru Terbongkar, Pelaku Gunakan Kedok Warung Pempek
Tergiur Upah Rp40 Juta, Dua Warga Bireuen Nekat Bawa 21 Kg Sabu-Sabu
Luncurkan Desa Bersih Narkoba, Ganjar Ingin Kampanye Antinarkoba Lebih Kreatif
Pemusnahan 95 Ribu Batang Ganja di Lereng Gunung Aceh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini