KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bisa kirim file besar, Telegram digunakan teroris tukar informasi

Senin, 17 Juli 2017 20:26 Reporter : Anisyah Al Faqir
Telegram messenger. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) melakukan pemblokiran terhadap aplikasi Telegram pada 14 Juli pukul 11.30 WIB. Telegram akhirnya diblokir lantaran kerap digunakan oleh para teroris sebagai alat komunikasi.

Selain sebagai alat komunikasi teroris, Telegram dianggap aplikasi yang paling mumpuni dan memiliki kemampuan lebih dibandingkan media sosial lainnya.

"Dengan menggunakan web itu, teroris punya kemampuan lebih. Bisa melakukan transfer file sebesar 1,5 GB itu hanya melalui web. Di situlah mereka bertransfer informasi," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel A Pangerapan di Kantor Kemkominfo di Jakarta, Senin (17/7).

Semuel atau biasa disapa Semmy ini melanjutkan, dari penemuan timnya para teroris ini juga menggunakan web base untuk berkomunikasi. Alasannya karena manfaatnya lebih terasa. Pemblokiran aplikasi Telegram tersebut kata dia sebagai peringatan keras kepada siapapun yang ternyata memanfaatkan media sosial untuk hal-hal negatif.

"Ini juga sebagai peringatan keras karena kita tahu bahwa masyarakat ternyata memanfaatkan untuk yang lainnya (negatif). Makanya kita menegaskan sekali agar mereka berkoordinasi dengan kita untuk masalah yang berbahaya ini," kata dia.

Meski begitu Semmy menjelaskan pihaknya tak bermaksud melakukan pemantauan kepada masyarakat. Sebab pemantauan tersebut hanya dilakukan kepada pihak-pihak yang diduga akan memantau keamanan negara.

"Kami tidak ingin memantau masyarakat, kami hanya ingin memantau pihak yang berniat merusak tatanan dan keamanan negara ini, karena kita ingin menegakkan kedaulatan," ujar dia. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Telegram
  2. Kominfo
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.