Bikin aplikasi game matematika, siswi asal Jember juara 1 lomba Kemendikbud

Kamis, 4 Oktober 2018 21:02 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Bikin aplikasi game matematika, siswi asal Jember juara 1 lomba Kemendikbud Fanny Farida. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang siswi bernama Fanny Farida (18) berhasil membuat aplikasi Bee Smart untuk mempermudah anak belajar matematika. Berkat ide cemerlangnya, ia meraih juara 1 dalam lomba aplikasi mobile Kihajar 2018 tingkat Nasional yang diselenggarakan Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Semarang, Kamis (4/10).

"Jadi aplikasi ini kami buat untuk bantu anak yang kesulitan menerima pelajaran dengan menu utama belajar dan game. Menu itu soal ilmu matematika, sosial dan budaya," kata Fanny Farida kelas XII SMK 1 Jember, Jawa Timur usai mengikuti lomba aplikasi mobile Ki Hajar Award di Hotel Pandanaran Semarang.

Aplikasi ini bisa diterapkan belajar pada anak yang belum bisa berhitung sederhana. Dengan adanya teknologi ini, nantinya bisa membantu materi pembelajaran yang menyenangkan dan bisa dilakukan di mana saja.

"Ini belajar solusi agar tidak bosan. Belajar bisa dilakukan di mana saja. Dengan menangnya lomba ini semoga sudah bisa digunakan Play Store," ungkapnya.

Lebih jauh, Fanny memerlukan waktu tujuh bulan untuk membuat aplikasi Bee Smart tersebut. Bee sendiri mengisahkan mengobati temannya yang terluka yang di dalamnya terdapat unsur tolong menolong.

"Bee mengajak anak-anak lebih menerapkan sikap tolong-menolong terhadap sesama," jelanya.

Terdapat menu budaya, ada soal-soal yang mengingatkan anak-anak terhadap produk budaya. Satu di antaranya anak-anak diajak menghapal dengan menjawab nama alat musik tradisional seperti seruling.

"Ini tentunya sangat akrab dengan budaya negara kita. Dengan muncul alat musik tradisional, jadi nanti anak bisa sebagai pembelajaran," ungkapnya.

Kepala Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, Abu Khaer menyebut lomba aplikasi Ki Hajar Award dilakukan untuk menambah konten virtual yang mencerdaskan generasi bangsa.

"Event lomba ini diharapkan memberikan kontribusi di dunia pendidikan. Di sisi yang lain, kita harus memiliki materi pembelajaran yang menarik," kata Abu Khaer. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Pelajar Inspiratif
  2. Semarang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini