Berzikir kepada Allah lebih baik daripada menginfakkan emas
Merdeka.com - Pada bulan Ramadan, Rasulullah memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar mendapat berkah dari Allah SWT. Ketika malam hari, Beliau gunakan waktu untuk melaksanakan salat-salat sunnah.
Sedangkan siang hari Rasulullah menghabiskan waktunya dengan berzikir. Berzikir kepada Allah (termasuk doa) merupakan amalan yang paling utama di sisi Allah SWT. Berdasarkan buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera tulisan M. Khalilurrahman Al Mahfani menjelaskan, zikir bahkan lebih utama daripada menginfakkan emas dan perak atau jihad di jalan Allah.
Ini karena zikir merupakan media komunikasi antara hamba dengan Tuhannya yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dengan zikir, umat muslim akan merasa sangat dekat dengan Allah serta merasa selalu dalam perlindungan dan pengawasanNya.
Allah bakal ingat kepada hamba yang selalu mengingatNya dengan wirid dan zikir sesuai yang dituntunkan oleh Rasulullah. "Maukah kalian aku beritahukan tentang amalan yang paling baik, paling suci bagi Tuhanmu, paling dapat mengangkat derajatmu, yang lebih baik bagimu daripada infak emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada jika kalian menumpas musuh?," kata Rasulullah.
"Amalan apa ya Rasulullah?" kata sahabat. "Berzikirlah kepada Allah," ujar Rasulullah.
Selain itu, zikir dapat menghadirkan ketenangan dan ketentraman, menghilangkan depresi, keresahan, kegundahan dan kesedihan. Orang yang berzikir akan merasakan kehadiran Allah di dalam hatinya. Ia menyadari bahwa Allah senantiasa bersamanya, mengawasinya, melindunginya dan menaunginya dengan rahmatNya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya