Bertemu Obama, Sandiaga Uno bicara tentang keadilan dan kesenjangan

Minggu, 2 Juli 2017 15:59 Reporter : Syifa Hanifah
obama di acara diaspora. ©2017 REUTERS/Agoes Rudianto

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahuddin Uno, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama dalam acara Congress Indonesia Diaspora ke-4 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7).

Sandi menjelaskan, pertemuan dengan Barack Obama ini merupakan pertemuan yang kedua. Pertemuan pertama pernah terjadi saat dirinya menjadi duta kewirausahaan mewakili Indonesia pada tahun 2010 di Gedung Putih.

"Jadi saya mengingatkan beliau bahwa ini pertemuan kedua dengan beliau. Pertama di Washington dan kedua di Jakarta. Dan saya mengatakan bahwa yang kami dorong juga adalah masalah kewirausahaan," katanya di Jakarta, Minggu (2/7).

Lebih lanjut, Sandi mengatakan, Obama dalam pidatonya menyinggung tentang pentingnya toleransi. Sambungnya, toleransi itu akan ada kalau ada rasa saling menghormati dan rasa keadilan. Termasuk soal kesenjangan sosial.

"Dan keadilan itu akan tercapai kalau misalnya kue pertumbuhan dan pembangunan yang ada di Jakarta itu juga dinikmati oleh seluruh warga, khususnya sampai warga kelas menengah ke bawah dan seluruh lapisan masyarakat. Jadi itu yang kita sampaikan," jelasnya.

"Alhamdulillah sebuah komunikasi yang sangat jelas karena Pak Obama juga mengerti banget Jakarta, mengerti banget Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama memberikan pidato pembuka di hadapan ribuan diaspora Indonesia. Pidato Obama berisikan seruan toleransi di tengah keberagaman.

"Bhinneka Tunggal Ika, sama seperti moto Amerika Serikat Diversity in one. Itu harus terus kita jaga dan lestarikan," seru Obama di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7).

Mantan Presiden AS ini menuturkan, dia terlahir dari keluarga yang sangat menghargai perbedaan. Dia cerita mengenai ayah tirinya yang adalah seorang warga Indonesia.

Dalam ceritanya, Obama menyerukan sang ayah beragama Islam, namun tetap menghargai orang tak peduli suku, ras dan agamanya.

"Ayah tiri saya Muslim, namun dia menghargai orang Hindu, Budha, Kristen dan lainnya. Saya banyak belajar dari dia," cerita Obama yang langsung disambut riuh tepuk tan [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Barack Obama
  2. Sandiaga Uno
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini