Berpantun dan pukul gordang, Jokowi buka munas KAHMI
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Santika Medan, Jumat (17/11). Pembukaan acara itu ditandai dengan pemukulan gordang, alat musik dari Tapanuli Selatan (Tapsel).
Sebelum memukul gordang, Jokowi juga berpantun yang disebutnya dibuat dadakan. Pantunnya:
Ke Sumatera Utara makan durian.Air kelapa diminum pagi.Sangat berbahagia datang ke Medan.Bisa bersama-sama dengan saudara bermunas KAHMI.
"Dengan mengucap Bismillah, Munas ke-10 KAHMI dibuka," sambung Jokowi.
Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan tantangan Indonesia ke depan semakin berat, karena perkembangan dunia bergerak sangat cepat. Dia mencontohkan perkembangan teknologi dari internet ke mobile internet dan artificial inteligence. Bangsa juga harus menyikapi dan mengantisipasi engineering dan roboting.
"Jangan juga terjebak pada rutinitas dan sikap yang monoton. Jangan setiap hari dilakukan keseharian yang sama karena perubahan itu ada di depan mata. Semuanya serba digital," sebut Jokowi.
Presiden juga mengingatkan perubahan dan keterbukaan saat ini mengubah interaksi sosial. Interaksi saat ini tidak perlu bertemu muka.
Dia mencontohkan, kini tak perlu lagi datang ke tukang sate jika ingin makan sate. "Pingin sate pesan Go Food, 30 menit sampai ke rumah," ucapnya.
Perubahan yang sangat cepat ini dihadapi dan menyulitkan semua negara di dunia. Termasuk politik dan ekonomi global juga berubah.
"Kita harus memperkuat sumber daya manusia dengan nilai agama, budaya dan keindonesiaan yang dimiliki," ajak Jokowi kepada peserta Munas KAHMI.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya