Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berpakaian Gatotkaca, Kopral Bagyo Disuntik Vaksin Covid-19

Berpakaian Gatotkaca, Kopral Bagyo Disuntik Vaksin Covid-19 Kopral Bagyo disuntik vaksin Covid-19. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi nyleneh kembali dilakukan Kopral Kepala Cpm (Purn) Partika Subagyo Lelono atau lebih dikenal dengan Kopral Bagyo. Setelah mengajak para penyintas Covid-19 untuk melakukan donor plasma, kali ini mantan anggota Detasemen Polisi Militer IV/4 Surakarta itu menyemangati para tenaga kesehatan agar mau disuntik vaksin Covid-19.

Aksi dilakukan di Rumah Umum Daerah Bung Karno (RSBK), Semanggi, Pasarkliwon, Solo, Jumat (22/1). Agar menarik para tenaga kesehatan (nakes), pria yang pernah memecahkan rekor MURI dengan melakukan push up 9.260 kali selama 24 jam tersebut mengenakan kostum tokoh wayang Gatotkaca. Ia juga mengajak relawan RSBK dengan kostum Naruto, PMI dan Akbara.

Dalam aksi tersebut, Kopral Bagyo dan peserta aksi lainnya disuntik vaksin Covid-19. Bagyo yang juga koordinator pengamanan (sekuriti) RSBK Solo itu mengaku jika sebenarnya takut disuntik. Menurut dia, aksi tersebut dilakukan dalam rangka ikut menggencarkan kampanye suntik vaksin pencegahan virus Covid-19.

"Saya ini sebenarnya paling takut disuntik. Tapi ini saya lakukan untuk memberi contoh kepada masyarakat. Jangan ragu atau takut suntik vaksin demi kesehatan," kata Bagyo.

Kehadiran Kopral Bagyo dan kawan-kawan mengikuti proses vaksinasi menarik perhatian para nakes yang akan melakukan vaksinasi. Direktur RSUD Bung Karno, Wahyu Indianto, menyambut baik aksi yang dilakukan oleh Kopral Bagyo dan kawan-kawannya ini.

"Vaksinasi wajib dilakukan karena virus Covid-19 ini sulit dilawan. Masyarakat juga tidak boleh lupa untuk terus menerapkan protokol kesehatan, karena vaksin ini tidak akan berguna jika protokol kesehatan tidak dijalankan," katanya.

Novita Kusumastuti salah seorang nakes yang akan melakukan vaksinasi mengungkapkan aksi yang dilakukan Kopral Bagyo merupakan kegiatan positif. Karena berusaha memotivasi agar masyarakat tidak termakan hoax sehingga takut untuk melakukan vaksinasi.

"Kabar yang beredar tentang vaksin negatif itu hanya untuk menakut-nakuti saja. Menurut saya kabar itu disampaikan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab," tutup Novita.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP