Berkah dari Melipat Kertas Suara
Merdeka.com - Pelaksanaan Pilpres 2019 menjadi berkah untuk Tirta Wati (43). Dia dilibatkan sebagai tenaga pelipatan kertas suara oleh KPU Badung, Bali.
"Saya sudah 4 kali ikut menjadi tukang lipat di KPU Badung ini," ucapnya kepada wartawan, Senin (25/2).
Wanita yang sudah punya dua anak ini, mengaku dengan adanya pekerjaan melipat surat suara, bisa menambah penghasilan dalam rumah tangganya.
"Tahun dulu saya dapat Rp 700 ribu dalam 4 hari kerja. Iya lumayan bisa masukan buat rumah tangga. Saya ini tiap hari kerja jual alat-alat sembahyang. Iya senang ada kerjaan tambahan kayak gini. Suami saya enggak kerja, kalau suami saya ngizinin saya kerja kayak gini. Kalau enggak diizinin nanti saya enggak belikan rokok," ujarnya sambil tertawa lepas.
Ibu Tirta Wati mengaku bekerja dari pukul 09.00 WITA pagi sampai pukul 16.00 WITA. Dalam setengah bekerja dengan kelompoknya, ia bisa menyelesaikan 6 boks, yang per boksnya ada sekitar 500 surat suara yang dilipat dan di sortir.
"Biasanya kita dapat enam boks (setengah hari). Saya dapat infonya dari tetangga ya udah ikut kerja melipat," ujarnya.
Sementara hal senada juga disampaikan oleh Ngurah Gede Ari (21), yang merupakan mahasiswa jurusan TI di salah satu universitas swasta di Denpasar, Bali.
"Satu kertas melipat kita dibayar Rp 75 rupiah. Saya baru pertama kali ikut melipat ini. Iya saya senang bisa buat menambah uang bekal kuliah," ujarnya.
Sementara wanita muda bernama Made Gayatri Dharma Aditri (19) yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, juga merasa bergembira karena ia beranggapan selain mendapatkan uang dari hasil melipatnya juga bisa ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019.
"Ini baru pertama kalinya, sebelumnya belum pernah. Iya perasaannya luar biasa, karena bisa ikut langsung berpartisipasi secara tidak langsung dalam pemilu kali ini," ungkapnya.
Gayatri mengaku, melakukan pekerjaan melipat dan menyortir dalam satu kertasnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik saja. Ia mengaku dalam kelompoknya berjumlah lima orang dalam 3 jam sudah bisa menyelesaikan 1.000 kertas yang di sortir dan dilipat.
"Jadi sambil mengisi waktu kosong, iya bisa sambil ikut kerja. Dari pada di rumah enggak ada kerjaan, dan bisa nambah uang bekal juga. Saya ikut nyoblos juga tahun ini, karena usia saya tahun ini sudah 19 tahun," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya