Laporan dari Arab Saudi

Beri Pelayanan saat Armuzna, KKHI Kerahkan 782 Tenaga Kesehatan

Kamis, 30 Juni 2022 20:44 Reporter : Lia Harahap
Beri Pelayanan saat Armuzna, KKHI Kerahkan 782 Tenaga Kesehatan Kapuskes Haji Budi Sylvana. Lia Harahap

Merdeka.com - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mulai fokus mempersiapkan tenaga kesehatan menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Baik petugas KKHI di Madinah maupun Makkah nantinya akan bahu membahu melayani jemaah.

"Seluruh tenaga kita fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Makkah," kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Budi Sylvana ketika ditemui tim Media Center Haji (MCH) 2022 di KKHI Makkkah.

Menurutnya, sebanyak 782 tenaga kesehatan akan diturunkan saat Armunza. Mereka terdiri dari 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat.

Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.

"Tenaga dokter dan perawat Insya Allah sudah siap. Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna," ujarnya.

Data di KKHI, jemaah yang dirawat mayoritas menderita kardiovaskular atau terdapat gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Bahkan di data jemaah wafat, mayoritas dikarenakan menderita kardiovaskular.

"Penyakit paling banyak diderita jemaah adalah kardiovaskular. Awalnya diprediksi penyakit paru, ternyata kardiovaskular, yakni jantung. Angkanya cukup banyak bahkan dari 14 yang meninggal 13 terkait kardiovaskular," tutup Budi.

2 dari 2 halaman

Klinik hingga Pos Kesehatan akan Dibangun di Armuzna

Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia, M Imran, menambahkan hingga saat ini KKHI telah merawat 731 kasus rawat jalan dan 200 rawat inap.

"Sekarang ini 67 orang yang rawat inap. Paling banyak penyakit jantung karena memiliki riwayat jantung sebelumnya juga banyak yang diabetes dan hipertensi," kata Imran.

Selain itu, juga ada enam jemaah yang sedang dirawat di tiga rumah sakit Arab Saudi, yakni Rumah Sakit An Nur, Rumah Sakit King Faisal, serta Rumah Sakit King Abdul Aziz.

Imran memastikan, timnya sangat siap menghadapi Armuzna, termasuk obat-obatan dan medis. Bahkan pihaknya akan menyiapkan klinik dan pos kesehatan.

"Kami juga menyiapkan klinik utama di Arafah, yakni di tenda misi haji serta ada 4 klinik satelit di setiap maktab. Kita juga punya 10 klinik _mobile_ yang siaga di jamarat baik jalur atas maupun bawah," tutup Imran.

Baca juga:
Kemenag Berharap Kuota Haji Tahun 1443 H Terserap 100 Persen
Menag Ajak Amirul Hajj Suntik Semangat Petugas Haji
Mengalami Pendarahan, Satu Jemaah Haji Embarkasi Makassar Batal Berangkat
Update 30 Juni 2022: 82.437 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci
Raffi Ahmad hingga Rizky Billar Batal Berangkat Haji, Gus Miftah Ungkap Alasannya
Kisah Guru Honorer yang Wujudkan Mimpinya Berangkat Haji, Ini Perjuangannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini