Berebut Pramuria di Lokalisasi, Wartawan dan Anggota TNI Berkelahi

Selasa, 29 Januari 2019 12:12 Reporter : Ya'cob Billiocta
Berebut Pramuria di Lokalisasi, Wartawan dan Anggota TNI Berkelahi Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wartawan Patroli bernama Rahim terlibat perkelahian dengan anggota TNI Pratu AM di Lokalisasi Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Samabusa-Nabire, Sabtu (26/01). Perkelahian dipicu usai keduanya berebut pramuria bernama Lidia.

"Berawal dari cekcok adu mulut hingga kontak fisik antara oknum TNI Pratu AM dengan Saudara Rahim sekitar pukul 23.00 WIT," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada merdeka.com, Selasa (29/1).

Tak lama setelah berkelahi, Minggu (27/1) pukul 02.20 WIT, Rahim bersama Priyono (wartawan Sinar Pos) dan Yasin (Satpam Samabusa) menuju Mako Denzipur yang merupkan satuan Pratu AM, dengan rencana melaporkan kejadian di lokalisasi kepada pimpinan AM.

Namun saat tiba di depan gapura Mako, Pratu AM beserta empat temannya dari PT Kabel Optik berusaha mencegah Rohim sehingga terjadi perkelahian lanjutan.

Akibat kejadian tersebut, Rahim mengalami luka lebam bagian mata kanan dan pelipis kiri lebam, luka robek garis di bawah mata kiri panjang 2 cm, luka robek garis di atas telinga sebelah kiri dan luka lebam pudak kiri. Sedangkan Priyono mengalami luka lebam bagian mata kiri dan dan empat jahitan di pelipis kiri serta memar di pipi kiri.

"Pukul 02.30 WIT Pasi Intel Denzipur 12/OHH Ltt czi Purwadi tiba di TKP dan mengamankan Pratu AM, selanjutnya membawa korban ke UGD RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan," terangnya.

Saat ini korban sudah keluar dari RSUD Nabire guna menjalani rawat jalan. Kedua belah pihak sudah dipertemukan dan masing-masing mengakui kesalahannya.

Pelaku Praka AM saat ini sedang meringkuk di sel tahanan Provost Denzipur-12/OHH, Selanjutnya akan dilimpahkan ke Denpom dalam rangka menjalani proses hukum.

"Kami sangat menyayangkan dengan masih adanya prajurit TNI yang keluyuran ke tempat lokalisasi, ini adalah perilaku yang sangat tidak terpuji dan tidak bermoral. Institusi TNI tidak akan mentolerir hal tersebut. Yang bersangkutan pasti akan kami tindak keras sesuai proses hukum yang berlaku," pungkas Aidi. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini