Berdalih Basmi Klitih, Pemuda Mabuk di Yogyakarta Aniaya Seorang Pria

Kamis, 6 Februari 2020 02:26 Reporter : Purnomo Edi
Berdalih Basmi Klitih, Pemuda Mabuk di Yogyakarta Aniaya Seorang Pria Warga Bantul aniaya pria diduga pelaku klitih di Yogya. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Petugas kepolisian membekuk seorang pria berinisial AP alias Acil (21), warga Bantul karena diduga melakukan penganiayaan kepada korban berinisial NF. Pelaku menganiaya korban karena menuding korban adalah pelaku klitih.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo menerangkan, pelaku menganiaya korban dengan alasan ingin membasmi klitih atau kekerasan jalanan.

Penganiayaan bermula saat korban bersama sejumlah rekannya akan bertandang ke rumah seorang temannya di daerah Kotagede. Saat itu rombongan korban diteriaki oleh pelaku.

"Oleh pelaku, korban ini diteriaki (pelaku) klitih. 'Klitih yo, klitih yo', diteriaki seperti itu," ujar Alaal di Polsek Umbuharjo, Rabu (5/2).

Alaal menerangkan saat itu pelaku juga bersama dengan rombongannya. Kedua rombongan ini kembali bertemu di Perempatan Giwangan. Pelaku saat itu kembali meneriaki korban. Pelaku juga mengejar rombongan korban.

"Rombongan pelaku kemudian mengejar rombongan korban hingga Pos Gambiran. Saat itu korban tertinggal dari rombongan dicegat oleh pelaku," ungkap Alaal.

Korban dianiaya oleh pelaku. Kemudian korban dibonceng pelaku dan dipaksa menunjukkan anggota rombongannya.

"Korban dianiaya, dipukul dan ditendang. Lalu korban dipaksa berkeliling oleh pelaku menaiki motor pelaku. Korban diminta menunjukkan teman-temannya, tapi tidak ketemu, akhirnya korban dilepas," urai Alaal.

Tak terima dengan penganiayaan ini, korban yang didampingi orang tuanya pun melaporkan ke Polsek Umbulharjo. Polisi pun kemudian berhasil membekuk pelaku.

"Jadi korban ini bukan pelaku klitih. Kebetulan sedang nongkrong. Korban tidak kenal dengan pelaku," ucap Alaal.

"Pelaku dari pengakuannya memang sedang dalam kondisi mabuk. Pelaku mengaku ingin memberantas klitih," ungkap Alaal.

Alaal menerangkan saat ini polisi masih memburu rombongan pelaku lainnya yang ikut menganiaya korban. Pelaku, kata Alaal ternyata adalah seorang residivis untuk kasus pemerasan.

"Pelaku akan dijerat Pasal 170 sub 351 jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 80 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," tegas Alaal. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
  3. Begal Motor
  4. Bantul
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini