Beraksi antar kota, pencuri spesialis rumah mewah dibekuk di Surabaya

Selasa, 5 Desember 2017 20:04 Reporter : Bruriy Susanto
Beraksi antar kota, pencuri spesialis rumah mewah dibekuk di Surabaya tersangka sandy. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sandy Ardiansyah (40), spesialis pencuri hunian mewah di kompleks antar dibekuk tim antibandit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Hebatnya, warga asli Cianjur, Jawa Barat ini beraksi kota antar provinsi.

Sandy ditangkap setelah melakukan pencurian di Kompleks Galaxy Bumi Permai, Surabaya, pada tanggal 6 November 2017. Rumah yang dia satroni milik Putra Lingga.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, menjelaskan untuk di Surabaya, Sandy memang baru pertama kali beraksi dan langsung gagal.

Pencurian di rumah Lingga bermula saat tersangka bertemu dua pekerja rumah yakni SP dan ES. Dia berpura-pura mencari alamat. Kedua pembantu mengaku tidak mengetahui alamat yang ditanyakan. Anehnya, bukan langsung pergi, dia malah berlagak seperti paranormal dan meminta dua pekerja rumah menunjukkan telapak tangan mereka.

"Setelah melihat telapak tangannya dua pembantu. Tersangka mengatakan kalau tangan dua pembantu ini terdapat banyak penyakit. Perkataan tersangka ini dipercaya kedua pembantu ini," kata Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (5/12).

Berhasil memperdaya dua pekerja, SP dan ES kemudian dibawa berputar-putar menggunakan mobil oleh rekan tersangka berinisial DN. Kemudian mereka diminta untuk menunjukkan alamat rumah majikannya. Dua pekerja itu kemudian menunjukkan alamat majikannya.

Setibanya di depan rumah itu, dua pekerja diminta turun dan masuk ke dalam rumah. Tidak lama, tersangka mengirim pesan pada dua pembantu ini agar membukakan pintu pagar karena mereka sudah berada di depan rumah.

Begitu rumah majikannya dibuka, tersangka Sandi Ardiansyah dan DN pun masuk ke dalam. "Tersangka kemudian masuk ke dalam kamar utama milik korban. Setelah itu tersangka juga minta pada SP dan ES supaya barang perhiasan milik majikannya itu diambil semuanya, baik di kamar utama maupun di tempat rahasia," ujarnya.

Begitu berhasil menguras semua perhiasan, uang asing, batu akik, permata, berlian yang nilai totalnya diperkirakan sekitar Rp 3 miliar. Tersangka dan DN mengajak SP dan ES berkeliling kembali. Setelah itu SP dan ES, diturunkan di pasar, ditinggalkan begitu saja oleh tersangka Sandy Ardiansyah.

Tapi, aksi pencurian itu berhasil diidentifikasi. Setelah korban Putra Lingga yang baru pulang kerja mengetahui, kamarnya berantakan dan barang berharga miliknya hilang. Dalam kurun waktu dua pekan lebih, polisi akhirnya menangkap tersangka Sandy setelah melakukan penyelidikan dan mendengar pengakuan SP dan ES.

"Dari keterangan SP dan ES ini, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka Sandy ini di Jakarta. Ternyata, di Jakarta dan Jawa Barat juga pernah melakukan aksi yang sama. Bahkan, tersangka ini pernah ditangkap Polres Jakarta Utara dengan kasus yang sama," katanya.

Polisi mengamankan banyak barang bukti, seperti jam tangan sebanyak 14 pcs, 6 gelang emas, batu permata, batu akik, mata uang asing dari Brasil, perhiasan gelang emas, dan masih banyak lagi. Polisi sendiri menjerat tersangka Sandy Ardiansyah dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Perampokan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini