Bengawan Solo Tercemar Alkohol, Pengusaha Ciu Didata

Kamis, 19 September 2019 19:16 Reporter : Arie Sunaryo
Bengawan Solo Tercemar Alkohol, Pengusaha Ciu Didata Sungai Bengawan Solo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Belakangan air baku yang digunakan PDAM Tirto Wening Solo untuk pelanggan tercemar alkohol jenis ciu. Berdasarkan penelusuran air yang tercemar tersebut berasal dari anak Sungai Bengawan Solo, di Sungai Samin, yang ada di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto Kabupaten Sukoharjo.

Di wilayah tersebut selama ini memang terkenal adanya industri rumahan penghasil alkohol. Diduga limbah yang belum diolah dengan baik tersebut mengalir hingga Sungai Bengawan Solo yang digunakan untuk air baku PDAM Solo.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo melakukan pendataan jumlah pengrajin alkohol yang ada di dua kecamatan tersebut. Pendataan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah.

"Kami melakukan pendataan jumlah pengrajin alkohol di dua kecamatan, yakni Mojolaban dan Polokarto. Khususnya di Polokarto yang tengah menjadi sorotan karena pengrajinnya membuang limbah di aliran sungai Bengawan Solo," ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Sukoharjo Suyatman, Kamis (19/9).

Menurut dia, lima desa di Kecamatan Polokarto terdapat pengrajin alkoholnya. Mereka mengaku sudah melakukan pengolahan limbah. Namun daya tampungnya tidak besar, sehingga sebagian lainnya terpaksa dibuang ke sungai.

Untuk itu, dikatakannya, pihaknya berencana membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di wilayah Polokarto. Bangunan tersebut diharapkan bisa menampung limbah dari pengrajin alkohol.

"Sebenarnya kita akan bangun IPAL, tapi masih terkendala. Lahan yang akan digunakan milik pemerintah desa dan masih berstatus zona hijau," katanya.

Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pengurusan lahan melalui Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang).

Terpisah, Pejabat Pemberi Informasi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Bayu Tunggul menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait di DLHK Provinsi Jawa Tengah. Sehingga saat ini PDAM bisa mengambil air baku dari aliran anak sungai Bengawan Solo atau tepatnya Kali Samin.

"Kita ambil air dari Kali Samin, debitnya masih memungkinkan, sebab alirannya ada kiriman air dari Waduk Gajah Mungkur dengan aliran dua meter kubik per detik, tapi kualitasnya masih kuning airnya," terangnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini