Bencana banjir dan longsor di Madina renggut korban jiwa, 77 rumah hanyut

Kamis, 8 November 2018 22:03 Reporter : Yan Muhardiansyah
Bencana banjir dan longsor di Madina renggut korban jiwa, 77 rumah hanyut Banjir di Sumut. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut, memperbarui data dampak banjir dan longsor yang terjadi di daerah itu. Data terkini, seorang warga meninggal dunia tertimbun longsor dan 77 rumah hanyut.

Kepala Pelaksana BPBD Madina, M Yasir Nasution, menjelaskan terdapat sejumlah titik di 13 kecamatan di Madina yang dilanda banjir. Pada data awal banjir disebutkan melanda 9 kecamatan.

Jumlah rumah yang hanyut juga bertambah dari 46 unit pada data awal menjadi 77 rumah. Sebanyak 46 rumah itu hanyut berada di Kecamatan Lingga Bayu. Sementara 31 rumah hanyut dari Kecamatan Batang Natal. Semuanya terbawa arus Sungai Batang Natal yang meluap.

BPBD Madina masih mendata titik-titik longsor di kabupaten ini. Mereka sudah memastikan ada korban jiwa dalam bencana ini. "Satu orang meninggal karena tertimbun longsor," jelas Yasir.

Korban meninggal bernama Hafiz (31), warga Desa Sibinail, Kecamatan Muara Sipongi. "Korban sudah dievakuasi," sambung Yasir.

Banjir dan longsor di Madina terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan itu sejak Rabu (7/11) sore. Hujan yang merata itu memicu genangan air dan luapan sungai, termasuk Sungai Batang Natal.

Banjir dengan ketinggian air mencapai 70 Cm juga terjadi sejumlah titik di kecamatan di Madina, seperti Panyabungan, Tambangan, Kotanopan, Hutabargot, Batang Natal, dan Naga Juang. Kecamatan Lingga Bayu menjadi lokasi terdampak paling parah. Tanah longsor terjadi pada sejumlah titik, seperti di Panyabungan Selatan, Panyabungan Timur, dan Batang Natal. Selain itu, ada pula jalan anjlok pada jalur lintas Sumatera di Kotanopan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini