Benarkah penetapan tersangka SDA oleh KPK deal politik Samad-PDIP?

Selasa, 24 Februari 2015 07:54 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Benarkah penetapan tersangka SDA oleh KPK deal politik Samad-PDIP? Suryadharma Ali. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Petinggi negeri akan menjadi tersangka kasus korupsi haji.


- Abraham Samad

Merdeka.com - "Petinggi negeri akan menjadi tersangka kasus korupsi haji". Begitu kira-kira kalimat Abraham Samad pada 15 Mei 2014 lalu, tepat 5 hari jelang pendaftaran capres dan cawapres ditutup KPU.

Abraham kala itu memang tak menyebut siapa petinggi negeri ini. Namun sejumlah pihak sudah sangat yakin jika orang yang dimaksud adalah Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA).

KPK memang sejak lama sedang menelusuri kasus korupsi penyelenggaraan dana haji. Namun klimaksnya terjadi setelah KPK menetapkan SDA sebagai tersangka pada 22 Mei 2014 lalu.

"Sudah naik ke penyidikan dengan SDA dkk sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas 22 Mei 2014.

Penetapan tersangka SDA mengagetkan banyak pihak khususnya kubu Prabowo-Hatta yang kala itu didukung kekuatan politik besar jelang pilpres 9 Juni. Bak petir disiang bolong penetapan SDA ini pun tak bisa dipungkiri bakal menguntungkan lawan yakni Jokowi-JK saat itu.

Namun KPK yang didukung penuh rakyat, tak ada yang bisa membantah penetapan tersangka ini. SDA pun hanya bisa pasrah meski curiga penetapan tersangka berbau politis.

Akan tetapi KPK membantah kecurigaan itu. Wakil Ketua KPK Zulkarnain memastikan penetapan tersangka SDA tak ada unsur politis dan sudah berdasarkan kajian hukum.

Seiring berjalannya waktu, SDA pun tak pernah dipanggil untuk diperiksa KPK. Sejak jadi tersangka, KPK baru memanggil SDA pada Februari 2015 kemarin.

Isu tak sedap pun menghampiri KPK. Pemicunya KPK mentersangkakan calon tunggal Kapolri yang didukung penuh PDIP, Komjen Pol Budi Gunawan. Tak terima, PDIP mulai membongkar kebobrokan pimpinan KPK.

Melalui Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang memicu jika Abraham enam kali bertemu secara rahasia dengan ellite PDIP jelang pilpres lalu. Hasto bahkan menyebut Abraham menjanjikan meringankan vonis kader PDIP dan berniat maju sebagai cawapres Jokowi saat itu.

Hasto juga menyatakan bahwa Abraham aktif lobi PDIP agar bisa jadi cawapres Jokowi. Bahkan, menurut Hasto, penetapan tersangka Budi Gunawan karena dendam Abraham dihadang jadi cawapres oleh mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu.

"Ya saya tahu karena saya sudah melakukan penyadapan. Bahwa saya tahu yang menyebabkan kegagalan saya ini adalah bapak Budi Gunawan," kata Abraham Samad ditirukan Hasto yang saat itu bertemu untuk memberitahu bahwa Jusuf Kalla yang dipilih, bukan Abraham. [dan] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini