Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belum 24 jam dipamerkan, foto Komunitas Fotografi Banyumas raib

Belum 24 jam dipamerkan, foto Komunitas Fotografi Banyumas raib Pameran fotografi di Banyumas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh karya foto cerita yang dipamerkan oleh komunitas fotografi Logawa di sisi barat area kawasan bisnis Kebondalem Kabupaten Banyumas pada Rabu (5/4) tiba-tiba raib. Penyelenggara pameran mengaku tak tahu menahu raibnya puluhan foto tersebut.

Ketua Komunitas Logawa, Dian Aprilianingrum, mengatakan justru belum mengetahui bahwa 6 foto cerita yang dipajang di seng-seng yang menjadi dinding lokalisir area bisnis raib. Saat dia meninggalkan lokasi pameran pada Rabu (5/4) pukul 13.00, puluhan foto masih terpajang. Sejauh ini juga tak ada komunikasi dari pihak manapun yang merasakan keberatan dengan adanya pameran fotografi di lahan sengketa tersebut.

"Saya gak tahu kalau foto-fotonya hilang. Siapa yang mencopot saya tidak tahu, sejauh ini tidak ada yang berkomunikasi dengan saya," katanya pada merdeka.com melalui sambungan telepon, Rabu (5/4).

Dian menceritakan, pameran itu sudah lama direncanakan. Dipilihnya area kawasan bisnis Kebondalem menjadi ruang pameran sebagai kritik pada Pemkab Banyumas atas ketiadaan ruang publik untuk berkesenian. Selain itu, pameran publik ini untuk menegaskan bahwa fotografi tidak bersifat eksklusif tapi bisa dinikmati oleh siapapun tanpa memandang status sosial.

"Belum 24 jam sudah hilang," kata Dian singkat.

pameran fotografi di banyumas

Pameran fotografi di Banyumas ©2017 Merdeka.com

Salah satu petugas parkir di toko buku yang bersebelahan dengan dinding pameran, juga mengatakan tak tahu tentang raibnya foto-foto tersebut. Ia mengaku sempat melihat foto-foto tersebut dan terakhir kali, ia masih mendapati foto-foto tersebut menarik perhatian warga untuk menonton foto-foto.

"Saya tahunya tadi masih ada. Saya juga gak ngamati terus karena harus atur parkir," ujar juru parkir yang enggan disebut namanya pada merdeka,com.

Senada dengan pengakuan karyawan bengkel di area Kebondalem. Dia mengaku tak tahu menahu raibnya foto-foto tersebut. Pada pukul 13.00 Wib, ia juga masih mendapati foto-foto terpajang. Tapi pukul 15.00 ia lihat seng-seng sudah kosong dari pajangan foto.

"Sebelum hujan, sudah tidak ada," katanya.

pameran fotografi di banyumas

Pameran fotografi di Banyumas ©2017 Merdeka.com

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Komunitas Logawa melakukan pameran fotografi publik bertajuk 'Logawa Bergerak'. Sebanyak 6 foto cerita ditampilkan mengangkat berbagai tema, mulai dari portrait eks tapol dari Banyumas yang pernah menjadi tahanan politik di pulau buru berjudul Gelora Senjakala karya Kukuh Sukmana HS, kesenian langka wayang potehi yang dihidupi warga Tiong Hoa di Banyumas berjudul Kisah Wayang Potehi karya Dian Aprilianingrum, 1x24 jam Tamu Harap Lapor karya Hieroniemus sampai perubahan alih fungsi lahan bertajuk Rapuh karya Himawan L Nugraha, ritual Kasada warga Tengger karya Reza Gemi dan denyut kehidupan dermaga di Kabupaten Cilacap bertajuk Dermaga karya Riza Arif Nur Saputra.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP