Belanda Rusuh Tolak Lockdown, Pemerintah Diminta Perbaiki Komunikasi Penanganan Covid
Merdeka.com - Pemerintah diminta memperbaiki strategi komunikasi untuk meredam protes masyarakat terkait diberlakukannya PPKM level 3 pada masa libur Natal dan Tahun Baru nanti. Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman tidak ingin masyarakat protes hingga berujung rusuh seperti kejadian di Belanda.
"literasi dan komunikasi yang memadai ini lah yang akan bisa meredam, mencegah protes protes, karena bagaimanapun kita tahu bahwa ada lah daerah-daerah yang masyarakatnya sudah saya ingin (bebas) nih, sama di luar negeri juga begitu," katanya lewat pesan suara, Minggu (21/11).
Menurutnya, masyarakat sudah jenuh untuk sabar karena sudah mematuhi pemerintah dari awal level PPKM 4 hingga turun PPKM level 1. Masyarakat akan bertanya-tanya jika PPKM level 3 kembali diberlakukan di seluruh Indonesia.
"Apalagi di kita pengen supaya tahun baru bisa ada acara, saya udah disiplin sejak beberapa bulan sampai level 1,nah itu harus disadari oleh pemerintah," ujarnya.
"Saya bukan gak setuju pemerintah melarang keramaian Nataru, saya setuju itu salah satu yang efektif tapi kalau semua jadi ujug-ujug PPKM level 3 tanpa ada literasi menyampaikan, ini situasi seperti apa," ucapnya.
Dicky mengatakan, selama ini pemerintah kerap menyampaikan hal hal yang baik-baik saja mengenai penanganan Covid-19 hingga akhirnya kasus melandai dan turun level. Tetapi, di sisi lain pemerintah tidak jujur jika penanganan Covid-19 di Indonesia yang masih lemah dalam hal tracing, testing dan treatment.
Dengan begitu, masyarakat menjadi kaget bila PPKM level 3 akan kembali diberlakukan. Sebab, masyarakat menilai bahwa pemerintah sudah menangani pandemi dengan baik.
"Karena selama ini kan disampaikan baik semuanya, ini yang akan dalam strategi komunikasi gak tepat begitu, dan jadi kalau bicara ke level PPKM nya Indikatornya apa, kenapa tiba-tiba ke PPKM level 3," ujarnya.
"Jadi artinya dari sekarang perbaiki lah literasinya, komunikasinya apa adanya saja, jangan baik baik saja, apa adanya aja, orang memang kita ada potensi ini, nanti kalau ini kita berubah lebih ketat harus paham ya, begitu," pungkas Dicky.
Kerusuhan terjadi di Kota Rotterdam setelah ratusan orang yang menggelar demonstrasi penolakan lockdown melakukan tindakan kekerasan. Polisi menyebut sedikitnya dua orang terluka tembak.
Demonstrasi memanas setelah para demonstran membakar mobil dan melemparkan batu ke arah polisi yang membalas dengan tembakan dan water canon pada Jumat (19/11) malam.
"Kami melepaskan tembakan peringatan dan ada juga tembakan langsung karena situasinya mengancam jiwa," kata juru bicara polisi Patricia Wessels kepada Reuters seperti dikutip Sabtu (20/12).
"Kami tahu bahwa setidaknya dua orang terluka, mungkin akibat tembakan peringatan, tetapi kami perlu menyelidiki penyebab pastinya lebih lanjut," katanya.
Sejumlah akun di media sosial mengedarkan gambar seseorang yang mereka klaim telah ditembak oleh polisi, tetapi Wessels mengatakan bahwa ketika mereka telah melihat rekaman itu, mereka belum tahu bagaimana pria itu terluka.
Aksi kekerasan ini merupakan buntut penolakan rencana pemerintah untuk membatasi akses ke tempat-tempat dalam ruangan bagi orang-orang yang memiliki 'corona pass', yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi atau telah pulih dari infeksi.
Pass ini juga tersedia untuk orang yang belum divaksinasi, tetapi memiliki bukti hasil tes negatif.
Setelah kerusuhan terjadi, polisi mengeluarkan peraturan darurat di Rotterdam, menutup transportasi umum dan memerintahkan orang untuk pulang. Meriam air dikerahkan dan polisi yang menunggang kuda membubarkan massa.
Pihak berwenang juga meminta para pengamat dan orang-orang yang merekam gambar kerusuhan untuk mengirim rekaman itu ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Belanda memberlakukan kembali beberapa tindakan pengetatan akhir pekan lalu selama tiga minggu awal dalam upaya untuk memperlambat lonjakan penularan virus corona. Infeksi harian tetap pada level tertinggi sejak awal pandemi.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya