Begini Kejinya Gadis Disabilitas Jadi Budak Seks Ayah & Saudara Kandung
Merdeka.com - AG (18) berulang kali menjadi korban nafsu JM, ayahnya dan dua saudara laki-lakinya SA dan YG. Peristiwa itu sudah terjadi sejak 2018 lalu.
Semula, AG tinggal bersama ibunya yang hidup berpisah dengan JM. Setelah ibunya meninggal beberapa waktu lalu, AG diambil oleh JM.
Sejak itulah, AG terpaksa melayani permintaan tak senonoh ayah dan dua saudara kandungnya. Jika menolak, dia akan mendapat kekerasan fisik seperti dijambak, dicubit atau dijewer.
"Ini benar-benar keji sekali," kata Kanit PPA Polres Tanggamus, Ipda Primadona Laila, saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (24/2).
Persetubuhan itu dilakukan ayah dan dua saudara kandungnya secara bergantian. Bahkan tak jarang ketika salah satu dari mereka melakukan persetubuhan diketahui pelaku lainnya.
"Jadi misalnya saat ayahnya menyetubuhi, dilihat oleh si bungsu. Nah si bungsu itu melakukan hal serupa beberapa saat kemudian," katanya.
Pengakuan pelaku, senggama yang dilakukan terputus sehingga AG tak pernah hamil. Dalam sehari, kata Dona, AG bisa diperkosa sebanyak lima kali.
Sedihnya lagi, AG memang diperlakukan bak budak oleh keluarganya. Selain merusak psikisnya dengan tindakan memerkosa, tenaganya juga dipakai untuk mencuci hingga memasak untuk ayah dan kakak adiknya.
"Dan sedihnya setelah masakan selesai, semua dihabiskan mereka tanpa ada sisi buat AG," katanya.
Saat ini, AG berada dalam pengawasan kelompok pemerhati dan satgas pemantau. Selama proses menggali keterangan, AG dibantu media seperti boneka untuk membantunya menceritakan apa yang terjadi.
"Baru dia bisa ceritakan kenapa dan diapakan," katanya.
Pengakuan warga yang awalnya mengungkap kasus ini, dari rumah ayahnya memang tak pernah terdengar suara AG. Dia juga jarang keluar. Pernah sekali waktu terlihat ke warung, AG langsung diseret ayahnya kembali ke dalam rumah.
AG adalah anak ketiga dari empat bersaudara hasil pernikahan JM dan almarhumah istrinya CK. Kakak perempuan AG kabarnya juga nyaris menjadi korban kebiadaban ayahnya namun berhasil kabur dari rumah dan saat ini tinggal di luar kabupaten.
Dona memastikan pihaknya akan terus bekerja sama dengan tim dari P2TP2A setempat untuk membantu kesembuhan AG. Termasuk pengecekan alat reproduksi AG.
"Sekarang sudah mulai tenang, sudah mulai banyak cerita. Dia bilang gak mau balik ke rumah itu," tutup Dona.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya