Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Basaria Panjaitan ajak perempuan Indonesia aktif berantas korupsi

Basaria Panjaitan ajak perempuan Indonesia aktif berantas korupsi basaria panjaitan. ©2017 Merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sedikitnya 48 orang perempuan pernah terlibat kasus korupsi. Di antaranya adalah Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini, tersangkut kasus dugaan suap kenaikan jabatan.

Nama terakhir tersandung kasus korupsi adalah Maryam S Hartini. Maryam tersangkut kasus dugaan pemberian keterangan palsu di persidangan. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengajak perempuan Indonesia untuk terlibat aktif memberantas korupsi sesuai dengan peran dan keberadaannya masing-masing. Basaria juga mengajak agar perempuan jangan terlibat maupun menjadi pelaku korupsi.

"Kita tidak menutup fakta itu, bahwa ada perempuan sebagai pelaku-pelaku korupsi. Sudah ada di lingkaran," ucap Basaria Panjaitan usai menjadi pembicara di Seminar Peranan Perempuan dalam pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia di Kantor Kejaksaan Tinggi DIY, Rabu (3/5)

Basaria memaparkan bahwa perempuan yang diberikan amanat menjabat dalam pemerintah ada beberapa yang tersangkut kasus korupsi. Baik saat menjabat Bupati maupun Gubernur.

"Kita dari KPK mengajak para perempuan untuk berjuang memberantas korupsi. Jangan malah justru menjadi pelaku maupun membiarkan suaminya jadi pelaku korupsi," tutur Basaria.

Basaria juga mengajak para jaksa perempuan di Kejati DIY untuk memberantas korupsi. Di antaranya dengan melakukan pelayanan, penindakan maupun penegakan hukum yang bersih tanpa pungli.

"Yang utama, sebagai penegak hukum harus bersih dahulu," pungkas Basaria. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP