Baru empat jenazah korban pesawat Dimonim Air yang teridentifikasi
Merdeka.com - Pesawat Dimonim Air yang jatuh di kawasan Pegunungan Bintang, Papua pada Sabtu lalu menewaskan delapan orang. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke Jayapura untuk diidentifikasi.
Wakapolda Papua Brigjen Yakobus Majuki menuturkan, dari proses identifikasi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Papua, baru empat jenazah korban yang berhasil dikenali atau diketahui identitasnya. Sementara sisanya masih menunggu proses dan pengambilan data dari pihak keluarga untuk dicocokan.
"Dari empat korban yang teridentifikasi, semuanya dilihat dari data primer berupa sidik jari, gigi, dan DNA. Jika ketiga data itu tidak ada kami juga bisa menggunakan data sekunder bisa properti, fotografi, atau medical record," ujar Yakobus melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (14/8).
Keempat jenazah korban yang teridentifikasi adalah Jamaludin (45), Martina Uropmabin (29), Sefuve Leslie William (53), dan I Wayan Sudiarta (45).
Dengan begitu, keempat jenazah korban sudah bisa dibawa pulang pihak keluarga. Pihak maskapai Dimonim Air bertanggung jawab mengurus kepulangan jenazah korban. Pun terkait asuransi kejiwaan, akan segera diurus sesuai dengan aturan.
Sementara untuk satu korban selamat bernama Jumaidi (12) masih mendapat perawatan intensif. Bahkan dalam waktu dekat, akan dilakukan tindakan operasi.
"Operasi untuk menghentikan peregangan, yang mana perobekan limpa dikarenakan benturan dan saat ini sudah bisa berkomunikasi," ucap Yakobus.
Reporter: Nafiysul QodarSumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya