Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak digunakan petani untuk sedot air, elpiji 3kg langka di Sragen

Banyak digunakan petani untuk sedot air, elpiji 3kg langka di Sragen Elpiji 3 kg buat orang miskin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah kesulitan mendapatkan gas melon atau elpiji 3 kilogram (kg). Padahal pasokan dari Pertamina untuk kebutuhan warga kurang mampu tersebut terbilang lancar dan tanpa kendala.

Pemerintah Kabupaten Sragen mengaku sudah berkoordinasi dengan Pertamina wilayah Jateng & DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut. Langkah ini untuk memantau distribusi dan penambahan pasokan.

Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menduga, kelangkaan elpiji 3kg akibat penggunaan oleh petani. Para petani kerap menggunakan elpiji 3 kg untuk bahan bakar diesel penyedot air pertanian. Musim kemarau, membuat sawah para petani mengering, sementara aliran sungai tidak mencukupi.

"Saya sudah memberi instruksi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk berkoordinasi dengan pertamina. Saya menduga tabung gas 3 kg ini digunakan untuk sedot air," ujar Dedy, Rabu (22/8).

Dedy menerangkan, sebenarnya warga sudah mengetahui jika elpiji 3 kg bukan untuk menyedot air. Pihaknya juga sudah berupaya melakukan sosialisasi agar para petani menggunakan energi pengganti, yakni listrik. Penggunaan energi listrik, lanjut Dedy, biaya bisa ditekan lebih hemat dan murah.

"Ini wewenang Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk mensosialisasikan pada petani agar alih energi dari gas ke listrik. Langkah antisipasi seperti ini sebenarnya sudah kita lakukan sebulan lalu sebelum terjadi kelangkaan," katanya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP