Banyak berbuat maksiat, Ramadan bulan yang tepat untuk bertaubat
Merdeka.com - Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Pada bulan Ramadan pintu surga dibuka lebar, sedangkan pintu neraka ditutup rapat oleh Allah SWT.
Ketika seseorang tenggelam jauh ke dalam lembah dosa serta terjatuh keberbagai macam maksiat, maka kedatangan bulan Ramadan sebagai penyelamat dari semua itu. Dan mengembalikannya ke jalan Tuhan. "Setiap manusia memiliki potensi berbuat dosa dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah yang bertaubat" kata Rasulullah SAW.
Dikutip dari buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW tulisan Muhammad Ridho al-Thurisinai, Ramadan merupakan bulan yang sangat tepat untuk bertaubat dan memperbarui taubat. Lantaran di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa dan diangkat derajat. Jika umat muslim selalu dituntut untuk bertaubat di setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadan lebih dituntut lagi.
Karena Ramadan ialah bulan mulia waktu di mana Rahmat-rahmat Allah turun ke bumi. Selain pintu taubat, puasa juga menuntut untuk ekstra bersabar. Sebab, saat tidak bersabar maka puasa terancam gagal bahkan tidak mendapatkan ridhaNya sama sekali.
Pahala tak kunjung diraih dan yang didapat hanyalah rasa lapar, haus serta letih saja. Bentuk kesabaran itu diantaranya, sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Sabar dalam menahan diri dalam maksiat dan sabar mengahadapi takdir Allah yang menyakitkan.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya