Bantahan nenek Jawo dilaporkan cabuli siswa SMP di Palembang

Selasa, 18 Juli 2017 18:56 Reporter : Irwanto
Bantahan nenek Jawo dilaporkan cabuli siswa SMP di Palembang Ilustrasi Pencabulan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tudingan pemerkosaan terhadap siswa SMP dibantah keras nenek Jawo (61 tahun, sebelumnya ditulis 80 tahun). Dia siap dijemput polisi untuk memberikan fakta yang sebenarnya.

Dia menceritakan, sebutan nenek Jawo lantaran dirinya berasal dari Madura, Jawa Timur. Nama aslinya adalah Harni yang tinggal di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

Sehari-hari, dia mencari nafkah sebagai tukang urut. Kadang, ada warga yang meminta bantuan untuk mencucikan pakaian. Jika ada waktu selang, nenek Jawo, mencari barang rongsokan untuk menghidupi suaminya, Gimin (70) yang sakit-sakitan.

"Saya rantauan dari Madura, sudah lama di Palembang, ada 30-an tahun. Dari situlah orang-orang panggil saya dengan nenek Jawo," ungkapnya, Selasa (18/7).

Dia mengaku bingung dengan tuduhan bejat yang dilakukan keluarga AR (13). Sebab, selama ini AR telah dianggapnya sebagai anak sendiri karena kenal baik dengan keluarganya.

"Dia (AR) selalu minta duit sama saya. Kalau saya enggak punya saya ngutang saking sayangnya, padahal dia cuma buat main warnet. Sekarang dia malah menuduh seperti itu," ujarnya.

Menurut dia, tuduhan perkosaan bahkan disebut telah sepuluh kali dilakukan merupakan fitnah. Sebab, selama ini dirinya tidak pernah sama sekali melakukan seperti yang dituduhkan.

Dia mengaku hubungan dengan AR normal-normal saja. Layaknya ibu dan anak.

"Astaghfirullah, percuma saya salat kalau berbuat seperti itu (mencabuli). Apa untungnya saya. Demi Allah saya tidak pernah melakukannya," tegasnya.

Nenek Jawo menduga laporan itu karena dirinya memarahi AR karena nakal dan meminta uang saat dirinya sibuk dan tidak punya uang sama sekali. Menurut dia, sikapnya itu wajar karena AR sudah sangat sering datang ke rumah untuk meminta uang kepadanya.

"Mungkin itu alasannya, dia pulang dan mengadu. Tapi tidak tahu juga apa alasan pastinya," kata dia.

Terkait dengan surat yang dia kirimkan ke keluarga AR setelah dipolisikan, nenek Jawo mengaku karena tidak bisa menemui keluarganya. Dia hanya ingin meminta maaf kejadian sebelumnya.

"Keluarganya selalu lari kalau saya temui, makanya saya kirim surat dua kali. Tidak ada maksud lain, saya masih mikir yang baik-baik saja," terangnya.

"Saya siap dijemput atau mendatangi kantor polisi bila perlu, karena saya tidak pernah berbuat bejat kepadanya," tandasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pencabulan
  2. Palembang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini