Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir Kalijeruk berpotensi meluas, BPBD Cilacap kesulitan atur pengungsi

Banjir Kalijeruk berpotensi meluas, BPBD Cilacap kesulitan atur pengungsi Banjir Cilacap. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kampung Kalijeruk RT 2 RW 3 lengang. Luapan air sungai setinggi 1 meter lebih merendam puluhan rumah. 160 Warga terpaksa mengungsi sejak Sabtu (7/10) pagi. Hingga Sabtu sore (7/10) hujan masih kerap turun. Wilayah terdampak banjir di Kampung Kalijeruk pun berpotensi makin meluas.

BPBD Cilacap mencatat hingga pukul 18.00, luapan air sungai telah menggenangi wilayah 6 RT dan berdampak pada 820 jiwa. 234 rumah penduduk di 6 RT desa tersebut terendam air hingga kedalaman paling parah satu meter lebih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono mengatakan banjir diakibatkan meluapnya sungai Kalisasak yang mulai menggenangi sebagian desa Kalijeruk sejak tengah malam. Air mulai datang pada Sabtu (7/10) pukul 02.00 dini hari. Warga pun berbondong-bondong mengevakuasi diri ke rumah famili yang tak terendam banjir.

Keberadaan saluran irigasi di desa Kalijeruk juga memicu banjir karena pembangunannya justru membendung sungai besar hingga aliran air ke laut terhambat. Selain itu, secara geografis, desa Kalijeruk masuk peta rawan bencana banjir. Hampir setiap tahun wilayah itu diterpa banjir saat musim penghujan.

"Karena warga sampai mengungsi, berarti warga sudah menyerah. Karena itu wilayah ini kami prioritaskan. Di Cilacap, banjir memang terjadi di sejumlah titik meliputi kecamatam Kawunganten, Jeruklegi, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan dan Cilacap Utara. Banjir di desa Kalijeruk adalah yang terparah karena menyebabkan ratusan jiwa mengungsi," katanya saat ditemui merdeka.com di Posko BPBD desa Kaljeruk, Sabtu (7/10) petang.

Kendala pengungsian warga, dikatakan Martono terkait minimnya posko pengungsian umum. Pasalnya, saat banjir terjadi, hampir seluruh fasilitas umum yang berpotensi jadi tempat pengungsian mulai sekolah, hingga tempat ibadah ikut terendam banjir. Saat ini, pengungsi ditampung di rumah warga lain yang tak ikut kebanjiran.

Berkaca pada tahun 2016 silam, saat banjir makin parah dan meluas warga terdampak pun sampai harus mengungsi ke tenda darurat yang didirikan di tanggul-tanggul.

Jika banjir kali ini semakin meluas dan jumlah pengungsi bertambah, BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa tetangga agar bisa menampung pengungsi melalui fasilitas umum yang dimiliki.

"Tahun lalu warga sampai mengungsi di tanggul. Hal ini juga beresiko karena karena sewaktu-waktu binatang semisal ular bisa naik dan mengganggu mereka," ujarnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP