Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir Jakarta Dinilai Akibat Ekosistem Rusak

Banjir Jakarta Dinilai Akibat Ekosistem Rusak Diah Pitaloka. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir yang terjadi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi menunjukkan adanya kerusakan lingkungan. Untuk itu pembangunan dengan memperhatikan lingkungan harus segera dilakukan, bukan lagi sekadar retorika.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Diah Pitaloka mengatakan, pemerintah daerah maupun pusat harus duduk bersama untuk memastikan perbaikan ekosistem. Sebab, dia khawatir, jika tidak ada perbaikan akan terjadi banjir lebih besar ke depannya.

"Kalau ekosistem tak diperbaiki, tidak menutup kemungkinan banjir akan kembali terjadi. Ini harus menjadi perhatian bersama. Makanya pemerintah daerah di Jabodetabek termasuk kawasan puncak harus duduk bersama merencanakan perbaikan lingkungan," katanya di Jakarta, Kamis (2/1).

"Pemerintah harus memperhatikan lingkungan dalam setiap pembangunan. Jangan sampai kawasan terbuka hijau atau daerah resapan malah beralih fungsi," tambah anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Untuk itu, Diah mengingatkan, pentingnya perhatian perlunya ruang terbuka hijau sebesar minimal 30-40 persen. Selain itu daerah resapan air atau hutan kota juga tidak boleh dikesampingkan.

"Karena tidak mungkin bicara pengelolaan air tanpa resapan air, tanpa resapan kita mungkin membendung kapasitas debit air yang demikian besar," tegasnya.

Selain kerusakan ekosistem, Diah menjelaskan, sampah juga menjadi penyebab banjir.

"Pengelolaan sampah di kota dan desa segera dilakukan. Kesadaran harus dibangun untuk keselamatan hidup bersama baik generasi sekarang maupun generasi mendatang. Pada dasarnya kemajuan harus berbasis penyelamatan lingkungan, sampah ini harus dicari jalan keluarnya," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP