Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir di Kukar meluas rendam 3 desa, warga minta bantuan selimut

Banjir di Kukar meluas rendam 3 desa, warga minta bantuan selimut Banjir di Desa Santan Tengah. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Banjir di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang semula merendam 4 dusun di Desa Santan Tengah, kini meluas ke 2 desa lainnya, Santan Ilir dan Santan Ulu. Warga kini sangat memerlukan bantuan selimut.

"Ya, sampai sore ini, meluas jadi 3 desa. Santan Tengah, Santan Ilir dan Santan Ulu. Tingginya air 1,5 meter," kata petugas BPBD Kutai Kartanegara yang bertugas di Kecamatan Marangkayu, Ebet, saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (3/4).

Menurut Ebet, banjir kali ini, memang yang terparah. Selain merendam rumah warga dan jalan di 3 desa itu, banjir juga merendam sawah petani.

"Siang tadi, listrik sempat dipadamkan 2-3 jam karena khawatir tingginya air. Bantuan dari BPBD (dari Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara) sedang dikirim. Karena warga, dari keterangan kepala desa, sangat memerlukan logistik sembako dan selimut," ujar Ebet.

"Memang belum ada yang mengungsi, warga bertahan di rumah karena rumahnya rumah panggung. Cuma, kalau turun beraktivitas, tidak bisa karena tingginya air," tambahnya.

Ebet tidak menampik, warga juga mengkhawatirkan buaya yang terlihat berkeliaran, di tengah genangan banjir. Warga, kata dia, tengah berjaga-jaga.

"Buaya, memang benar warga melihat buaya itu, kalau malam jadi juga siaga. BPBD dirikan posko di Santan Ilir dan Tengah karena kedua desa itu banjir masih tinggi satu meteran," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Desa Santan Tengah Nasrullah saat dikonfirmasi menambahkan, ada sekitar 2.000 kepala keluarga terdampak banjir, khusus di Desa Santan Tengah, yang memang menjadi kawasan terparah. Sore ini, ketinggian air terpantau mulai surut.

"Hari ini, 3 SD, 3 Madrasah, 1 SMP, 1 MTs, dan TK semua di dusun diliburkan. Alasannya karena jalannya terendam banjir, dan membahayakan jiwa pelajar dan siswa," kata Nasrullah.

"Jarak rumah ke sekolah cukup jauh. Selain itu juga karena ada buaya, itu yang menakutkan," demikian Nasrullah.

Sebelumnya diberitakan, banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur kecamatan Marangkayu, dalam beberapa hari terakhir ini. Meski rutin banjir, namun banjir kali ini, menjadi yang terparah. Maraknya pembukaan lahan di hulu sungai, diduga kuat menjadi penyebab sungai meluap.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP