Banjir Bandang di Malang Seret Lima Sepeda Motor
Merdeka.com - Banjir bandang terjadi di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Malang usai hujan mengguyur dengan intensitas tinggi sejak Jumat (24/1) petang. Material air bercampur lumpur dan batu mendadak datang dari kawasan di atas hingga menyeret pemotor yang sedang melintas di lokasi kejadian.
Sebanyak tujuh sepeda motor berikut pengendaranya terseret. Selain itu, jembatan Desa Petungsewu-Tegalwaru tertutup material banjir. Bahkan rest area dan warung lesehan juga terdampak endapan lumpur setebal sekitar 10 Cm.
Kasubbag Humas Polres Malang, Ipda Nining Kusumawati, menjelaskan air datang secara tiba-tiba setelah turun hujan deras. Banjir berasal dari aliran sungai yang membagi Desa Petungsewu dan Tegalweru.
"Banjir bandang dikarenakan sungai tidak dapat menampung air hujan sehingga meluap ke jalan dan menyeret pengendara sepeda motor yang sedang melintas," tegas Ipda Nining Kusumawati, Sabtu (25/1).

Masyarakat dan pihak kepolisian yang mengetahui kejadian itu melakukan pertolongan. Alat berat diturunkan dan sempat dilakukan penutupan arus lalu lintas saat dilakukan pembersihan material sisa banjir.
Petugas dan warga sempat dibuat panik saat menemukan dua sepeda motor tanpa pemiliknya di lokasi kejadian. Tetapi tidak ada saksi yang melihat langsung proses kejadian, hingga kemudian ditemukan para pemiliknya.
Awalnya lima sepeda motor terbawa air lumpur banjir bandang, tetapi hanya 3 orang yang mengakui sebagai pemilik. Namun tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian, sebelum kemudian diketahui para pemiliknya. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa atas kejadian tersebut.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya