Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bamusi sebut kerusuhan Mako Brimob tantangan moderasi Islam

Bamusi sebut kerusuhan Mako Brimob tantangan moderasi Islam Penjagaan Mako Brimob. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap 5 petugas kepolisian yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Organisasi sayap keislaman PDI Perjuangan ini mendukung penuh aparat kepolisian untuk memberantas terorisme.

Sekretaris Umum Bamusi, Nasyirul Falah Amru, menegaskan aksi terorisme dalam bentuk apapun tidak pernah dibenarkan dalam ajaran Islam.

"Islam itu agama cinta damai. Kalau aksi terorisme di Mako Brimob membawa-bawa ajaran Islam, disebut jihad dan sebagainya, jelas teroris-teroris itu salah kaprah," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (9/5).

Falah mengatakan, kasus Mako Brimob menunjukkan bahwa moderasi Islam untuk mencegah tumbuhnya paham radikalisme di Indonesia masih menjadi tantangan bagi seluruh anak bangsa.

"Mari kita semua anak bangsa bergandeng tangan untuk terus memerangi radikalisme dengan kembali pada ajaran Islam yang menebarkan perdamaian dan menjadi rahmat bagi semesta alam," ujar anggota DPR ini.

Falah menjelaskan, proses moderasi Islam untuk mencegah radikalisme harus dimulai sejak dini, bahkan di bangku kuliah. Sebab, menurut penelitian Badan Intelijen Negara (BIN), 39 persen mahasiswa di Indonesia, telah berpaham radikal.

"Generasi milenial bangsa ini harus menjadi aktor-aktor penggerak bangsa saat Indonesia mengalami bonus demografi 2030. Bukan menjadi penghancur bangsa dengan paham radikalisme yang telah menyusupinya," tutup Falah. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP