Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bamsoet minta Kemenkominfo blokir panggilan internasional mencurigakan

Bamsoet minta Kemenkominfo blokir panggilan internasional mencurigakan Bamsoet. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyoroti dugaan penipuan melalui modus panggilan tak terjawab atau miss call dari luar negeri. Bamsoet meminta agar semua pihak melalui komisi I DPR untuk melakukan pemblokiran jika ada panggilan dari luar negeri yang mencurigakan.

"Meminta Komisi I DPR mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Operator Seluler untuk melakukan pemblokiran terhadap panggilan internasional yang mencurigakan dan yang frekuensinya tidak wajar," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/4).

Politisi Partai Golkar itu juga meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk berkoordinasi dengan provider dalam melakukan investigasi dan kajian terhadap modus pencurian pulsa tersebut. Kapolri, kata doa juga harus masif dalam mengusut tuntas motif pencurian pulsa itu.

"Komisi III DPR mendorong Kapolri agar menugaskan Satuan Cyber Crime Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas motif pencurian pulsa dengan panggilan internasional yang diketahui oleh provider," ungkapnya.

Kedati demikian, Mantan Ketua Komisi III DPR ini berharap masyarakat bisa mengabaikan jika ada panggilan semacam itu. Serta demi keamanan, masyarakat diimbau untuk tidak mencantumkan nomor telpon dalam akun media sosial.

"Kemenkominfo bersama dengan provider seluler untuk mengimbau masyarakat agar mengabaikan jika mendapatkan panggilan internasional dari nomor yang tidak dikenal atau tidak memiliki hubungan keluarga/kerabat dengan Negara tersebut," tandanya.

Diketahui, beberapa hari terakhir warganet Indonesia dihebohkan oleh telepon dari nomor luar negeri yang selalu berupa panggilan tak terjawab atau missed call. Biasanya nomor misterius ini menelepon berkali-kali dan dari banyak negara.

Melansir laporan dari Liputan6.com, warganet banyak melaporkan kejadian ini di jejaring sosial Twitter dan korban pun telah berjatuhan. Hal ini dikenal sebagai 'Wangiri' yang dalam bahasa Jepang berarti 'panggilan tak terjawab' ini sudah terjadi sejak awal tahun 2000-an.

Namun khusus di Indonesia, kasus yang terjadi kebanyakan korban ditelepon oleh nomor dari negara Kongo yang memiliki angka Prefix 242.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP