Bakar Tumpukan Jerami, Pencari Madu Hanguskan 3 Hektar Lahan di Gunung Lawu

Sabtu, 14 September 2019 22:03 Reporter : Erwin Yohanes
Bakar Tumpukan Jerami, Pencari Madu Hanguskan 3 Hektar Lahan di Gunung Lawu Ilustrasi Kebakaran Gunung. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Sejumlah lahan di Gunung Lawu terbakar dari Jumat (13/9) hingga hari ini, Sabtu (14/9). Lahan yang terbakar itu tepatnya di sebelah timur atau Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

"Memang ada laporan kebakaran lahan di Gunung Lawu," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra dikonfirmasi, Sabtu (14/9).

Dia mengatakan, awalnya warga di bawah lereng Gunung Lawu bagian timur melihat ada kepulan asap tebal. Warga mengira yang terbakar adalah puncak Gunung Lawu.

"Mereka takut jika ada kebakaran di Gunung Lawu. Akhirnya dilaporkan kepada kami (BPBD Magetan). Kemudian kami lanjutkan ke pihak perhutani," jelas Ferry.

Menurutnya, anggota BPBD Magetan bersama polisi hutan (polhut) mengecek kebenarannya. Dari cek lokasi, memang ada lahan yang terbakar. Namun bukan di puncak Gunung Lawu. Melainkan di lereng Gunung Lawu atau jalur pendakian.

"Kami assessment memang ada. Tetapi bukan di puncaknya. Di lerengnya saja," urainya saat ditemui di kantor BPBD Magetan.

Dari pengakuan warga setempat, kata dia, kebakaran disebabkan oleh tangan jahil. Pasalnya sebelum kejadian ada pencari madu tawon hutan yang naik ke lokasi. Kemungkinan membakar jerami di lokasi dan ditinggal begitu saja.

"Naik cari tawon. Bakar tumpukan jerami tetapi ditinggalkan begitu saja," jelasnya.

Dari situ, jelas dia, api merembet dan membakar lahan hutan pinus yang berada di lereng Gunung Lawu yang berada di sisi timur. "Ada sekitar 3 hektar lebih yang terbakar," tambahnya.

Dia mengatakan, upaya pemadaman sudah dilakukan oleh anggota BPBD Magetan, polhut perhutani dan warga sekitar secara manual. Mengingat lokasi kebakaran tidak bisa dijangkau dengan mobil kebakaran.

Dia mengimbau warga khususnya di Kabupaten Magetan agar tidak membuat perapian. Jika memang ingin membakar sampah atau jerami diperbolehkan asal diawasi dan tidak ditinggal.

"Ini kemarau, anginnya juga kencang. Nanti kalau hanya membakar saja terus menyambar yang lain. Saya harapkan kalau membakar ya ditungguin," pungkasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini