Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bakamla lahan basah, anggota DPR tak kaget pejabatnya ditangkap KPK

Bakamla lahan basah, anggota DPR tak kaget pejabatnya ditangkap KPK KPK tangkap tangan pejabat Bakamla. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR Dimyati Natakusumah mengaku tak kaget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi. Dimyati menyebut, Bakamla merupakan 'lahan basah' yang rentan terjadi praktik korupsi.

"Saya tidak aneh ya. Saya sampaikan berkali-kali ada penjarahan uang negara (di Bakamla)" kata Dimyati di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/2).

Dimyati meyakini Eko Susilo tak bermain sendiri dalam kasus ini. Dia mengatakan, ada institusi lain yang bermain bersama Eko Susilo. Sebab, kata dia, tak mungkin praktik korupsi di Bakamla dilakukan hanya dengan tangan sendiri.

"Tidak sendiri, kadang-kadang dengan si pemilik barang bermain, dengan pengusaha dengan cukong. Ada instansi kepolisian dan kejaksaan tapi masih banyak yang bersih. Nah oknumnya itu yang saling mendukung," katanya.

Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz ini mendukung penuh KPK dalam memberantas habis praktik korupsi di Bakamla. Hal ini agar uang negara tak lagi dimakan oleh para pejabatnya.

"Harus tuntas. Ini karena hanya tak Bakamla yang main," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang dan uang setara dua miliar dalam operasi tangkap tangan melibatkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang tersebut terkait suap dalam proyek pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla.

"Pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla tahun 2015 dengan sumber pengadaan di APBN-P tahun 2016," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/12).

Menurut Agus, empat orang yaitu Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi, HST, MAO dan FD dari pihak swasta ditangkap di tempat terpisah di Jakarta. Ke empatnya kini telah menjadi tersangka dan ditahan Rutan KPK cabang Guntur dan Rutan Polres Jakarta Selatan.

"Total uang setara Rp 2 miliar dalam mata uang SGD dan USD diamankan dalam operasi itu," kata Agus.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP