Badan Geologi Minta Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Lebak Mengungsi

Selasa, 12 Februari 2019 20:28 Reporter : Dwi Prasetya
Badan Geologi Minta Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Lebak Mengungsi Tanah bergeser di Kabupaten Lebak. ©2017 merdeka.com/dwi prasetya

Merdeka.com - Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga Sudamanik, Cimarga Kabupaten Lebak waspada akan adanya pergerakan tanah susulan, terlebih saat kondisi hujan.

Penyelidik Bumi Badan Geologi Bandung PVMBG Kementerian ESDM Yunara Dasatriana menyarankan warga dua Kampung di Lebak yang mengalami bencana pergerakan tanah, mengungsi sementara waktu selama penelitian pergerakan tanah.

"Ini harus diwaspadai oleh masyarakat karena hujan menurut BMKG perkiraan masih tinggi curah hujan di bulan Februari ini. Jika curah hujan harus mulai waspada. Perkembangan pergerakan sebaiknya mengungsi ke lokasi jauh dari retakan," kata Yunara usai melakukan pemeriksaan awal tanah di Lebak, Selasa (12/2).

Dia menjelaskan hasil penelitian awal. Kondisi tanah masuk kategori tipe rayapan. Saat tidak hujan, cenderung normal dan pergerakannya cenderung lambat. Tanah tidak akan sekaligus longsor. Karena pada saat dikontrol topografi kemiringannya tidak terlalu terjal. Namum yang harus diwaspadai ketika hujan turun.

"Kalau pergerakan tanah tipe rayap begini dia akan mengalami perkembangan retakan. Ketika retak, bangunan pun akan terganggu karena fondasi dan permukaannya akan melebar," katanya.

Faktor utamanya karena kondisi geologi yang memang mempunyai tanah penutup dan batuannya bersifat meresapkan air. Secara geologi, lokasi ini tersusun oleh batu pasir tuff. Tuff ini mempunyai sifat yang sangat mudah meloloskan air, sementara di bawahnya terdapat lapisan napal atau kapur kayu lumpur.

"Ini bisa dilihat dari peta geologi lembar Serang. Dan berdasarkan pengamatan lapangan pun memang seperti itu. Barusan kami di sungai itu menemukan lapisan batu pasir tuff kemudian ada napalnya juga," katanya.

Dari sisi yang lain pemicunya yakni curah hujan. Terlebih di bawah ada sungai dengan debit air meningkat, volume air meningkat terjadi erosi secara lateral.

"Dari bawah itu terjadi pelemahan juga oleh erosi lateral tersebut, kemudian kondisi diatas telah teresap air dan telah terakumulasi pada kontak antara batu pasir tuff dengan nepal tadi itu. Makanya tanah bisa bergerak," katanya.

Kondisi tanah secara tidak langsung dilemahkan oleh erosi. Sehingga semakin mudah bergerak. Kemudian dari kondisi geologi ini permukiman ini memang searah dengan bidang perlapisan yang mengarah ke sungai. Dari hasil pemantauan bahwa kemiringan lapisan tanah tidak terlalu terjal maksimal hanya 10 derajat.

"Sebaran batuannya memang pemukiman searah dengan pelemparan kearah sungai tersebut. Memang ada potensi dan sudah terjadi (gerakan). Dan rumah-rumah dekat sungai retakannya sudah intensif," katanya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Tanah Longsor
  2. Lebak
  3. BMKG
  4. Serang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini