Ayah Mutilasi Putri Kandung Divonis Hukuman Mati

Jumat, 9 Desember 2022 23:31 Reporter : Abdullah Sani
Ayah Mutilasi Putri Kandung Divonis Hukuman Mati ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Hakim Pengadilan Negeri Tembilahan menjatuhkan vonis pidana mati terhadap Aharuby alias Robi (42). Dia merupakan terdakwa mutilasi terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia 9 tahun di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

"Hakim menyatakan terdakwa Arharuby alias Robi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan hukuman dengan pidana mati," kata Kasi Intel Kejari Indragiri Hilir, Haza Putra mengulang putusan yang dibacakan majelis, Jumat (9/12).

Sidang yang digelar secara virtual pada Kamis (8/12) malam itu dipimpin Majelis Hakim Habibi Kurniawan. Robi mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Tembilahan. Sementara jaksa dan penasehat hukum terdakwa mengikuti sidang di PN Tembilahan secara langsung.

Haza menjelaskan, majelis hakim mengabulkan seluruh tuntutan JPU. Di mana dalam tuntutannya, JPU menuntut terdakwa dengan pidana mati 3 November lalu.

"Divonis hukuman mati. Kami menunggu tanggapan terdakwa lewat pengacaranya, kalau terdakwa banding maka kami juga akan banding. Batas waktu menyatakan sikap tujuh hari sejak putusan," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Pada sidang sebelumnya, Dia memastikan, JPU dalam proses sidang komitmen menuntut secara tegas terdakwa hukuman mati. Tuntutan sesuai bukti-bukti dan fakta persidangan di PN Tembilahan.

Untuk diketahui, Arharuby membunuh putrinya pada Senin (13/6) lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Warga Indragiri Hillir itu memutilasi anak kandungnya dan potongan tubuh itu dibiarkan berserakan di sekitar rumahnya.

Peristiwa pembunuhan mutilasi ini berawal saat petugas mendapat laporan dari masyarakat adanya seorang pria yang mengamuk di jalanan.

Kejadian itu sempat viral di media sosial, sebab beredar video yang memperlihatkan pria tanpa busana akan diamankan polisi dan warga. Bahkan, pelaku menenteng salah satu organ tubuh putrinya.

Pelaku berjalan kaki dengan tubuh penuh darah dan mengamuk hingga memecahkan kaca mobil warga sambil membawa parang. Lalu warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Tembilahan Hulu.

Polisi membawa bagian tubuh korban yang telah dipotong yakni kepala, pinggang hingga kaki, usus terburai, lengan tangan sekitar 15 sentimeter, dada setengah bagian, serta tangan sebelah kanan. Namun sebagian organ tubuh korban sempat hilang.

Saat posisi tangannya terborgol, pelaku berjalan menuju ke rumahnya. Dia pergi ke arah belakang rumah. Pelaku mengambil bungkusan. Tampak ada potongan kepala korban. Pelaku menyerahkannya kepada polisi.

Dari sana, petugas melanjutkan pencarian terhadap potongan tubuh korban lainnya. Pencarian sampai dilakukan ke arah pinggir sungai. Hasilnya telah ditemukan bagian bawah tubuh anaknya dari perut ke kaki, ada jantung serta usus. Lalu lengan sebelah kiri, lengan kanan dan badannya sebelah lagi.

Berdasarkan hasil autopsi korban, kematian disebabkan oleh tebasan di bagian leher. Pelaku dijerat Pasal 76C junto Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak. [fik]

Baca juga:
Sidang Lima Prajurit TNI Tersangka Mutilasi Timika Digelar Pekan Depan di Jayapura
Siswa SMP Jadi Korban Mutilasi Sempat Pamit Nonton Turnamen Futsal
Hilang 11 Hari, Siswa SMP di Sumsel Ditemukan Tewas dengan Tubuh Terpotong
Panglima Minta 6 Prajurit TNI Mutilasi 4 Warga Papua Dihukum Maksimal
Fakta Suami Tega Mutilasi Istrinya di Humbahas, Sempat Masuk Rumah Sakit Jiwa
Kasus Mutilasi di Humbang Hasundutan, Polisi: Tak Ada Kecemasan dari Tersangka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini