Awan Panas Letusan Merapi Dipicu Akumulasi Gas Vulkanik

Sabtu, 9 November 2019 13:17 Reporter : Dedi Rahmadi
Awan Panas Letusan Merapi Dipicu Akumulasi Gas Vulkanik Merapi Erupsi. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan fenomena awan panas letusan Gunung Merapi pada Sabtu pagi kembali dipicu tekanan akumulasi gas vulkanik dari dalam gunung, sama dengan letusan pada 14 Oktober 2019.

"Masih sama penyebabnya, adanya akumulasi gas," kata Hanik saat dihubungi di Yogyakarta, Sabtu (9/11).

Meski demikian, menurut Hanik, tekanan akumulasi gas yang memicu awan panas letusan setinggi 1.500 meter pada Sabtu lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Pada 14 Oktober, awan panas letusan Merapi memiliki tinggi kolom 3.000 meter.

1 dari 1 halaman

Proses Letusan Merapi

Sebelumnya, Hanik menjelaskan bahwa tekanan akumulasi gas muncul seiring berlangsungnya suplai magma Gunung Merapi yang diproduksi secara kontinu. Gas yang terakumulasi di bawah kubah lava dan terlepas secara tiba-tiba, mendobrak kubah lava sehingga runtuh menjadi awan panas.

Diketahui, pasca kejadian tanggal 14 Oktober, volume kubah lava susut hingga 397 meter kubik dari 483 meter kubik. Artinya, berkurang hingga 90 meter kubik.

Terkait adanya perubahan morfologi maupun deformasi akibat awan panas letusan pada Sabtu (9/11) pagi, belum bisa dipastikan. Termasuk perubahan volume kubah lava pasca terjadinya awan panas letusan.

Menurut Hanik, proses pendataan pascaawan panas letusan masih dilakukan oleh BPPTKG.

"Kalau baru meletus begini, kita tidak bisa secara eksak memberi info. Yang jelas itu letusan kecil yang kemungkinan tidak berpengaruh terhadap volume," kata dia.

Sebelumnya, BPPTKG menyebutkan Gunung Merapi mengeluarkan satu kali awan panas letusan dengan tinggi kolom 1.500 meter pada Sabtu (9/11) pagi. Awan panas letusan yang terekam di seismogram pada pukul 06.21 WIB itu memiliki durasi 160 detik dengan amplitudo 65 mm.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan menyebutkan awan panas letusan tersebut belum sampai menimbulkan hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman.

"Arah angin ke Barat, tidak ada hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman, katanya. [ded]

Baca juga:
Gunung Merapi Letuskan Awan Panas Setinggi 1.500 Meter
Gunung Merapi Kembali Tenang Usai Hembuskan Awan Panas Letusan
Semalam, Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas Guguran
Kena Awan Panas, Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Karena Ada Akumulasi Gas
Merapi Erupsi, Dusun Stabelan Boyolali Diguyur Hujan Abu

Topik berita Terkait:
  1. Gunung Merapi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini