Aula SMK di Sragen Ambruk Saat Siswa Sedang Praktik Mengelas
Merdeka.com - Bencana angin kencang disertai hujan melanda Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (20/11) petang. Akibatnya, sebuah aula milik SMKN 1 Kecamatan Miri, roboh. Saat kejadian, puluhan siswa sedang melakukan kegiatan di dalamnya tertimpa reruntuhan bangunan dan mengalami luka.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Sebelum kejadian, para siswa kelas 10 dan 11 jurusan Teknik Pengelasan melakukan praktik mengelas di luar ruangan.
Karena hujan turun cukup deras dan disertai angin kencang mereka kemudian berteduh di aula berbentuk joglo berukuran sekitar 20x10 meter. Namun nahas, tiba-tiba aula tersebut ambruk dan menimpa puluhan siswa.
"Saat itu kami lari karena ada angin kencang setelah praktik mengelas PTM. Saat kejadian lari semua saya tahu-tahu sudah enggak sadar. Ini sakit kepalanya dijahit dua," kata Bagas Arya Putra (16) salah satu siswa kelas 10 jurusan Teknik Pengelasan.
©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Selain bangunan aula sekolah, sebuah bangunan Water Boom Kwangen Indah Desa Candirejo RT 15 Kecamatan Gemolong, juga mengalami rusak parah. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun beberapa siswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sugeng Priyono, Kalaksa BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sragen saat ini ada 22 siswa yang menjadi korban. Pihaknya sedang melakukan evakuasi dan penanganan bersama PMI dan unsur lainnya.
"Ada 22 siswa yang dibawa ke rumah sakit. 9 Di antaranya sudah diperbolehkan pulang," katanya.
Dari jumlah tersebut, dikatakannya, 5 korban dibawa ke RSUD Sragen, 1 ke RSUD Gemolong, 9 siswa di RS Assalam, 5 ke Yaksi dan 3 lainnya ke RS Karima Utama Kartasura, Sukoharjo.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya