Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Atasi 57 titik kumuh, 3.000 rumah di Palembang bakal dibedah

Atasi 57 titik kumuh, 3.000 rumah di Palembang bakal dibedah lustrasi bedah rumah. ©2017 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Pemerintah Kota Palembang menargetkan akan memperbaiki 3.002 unit rumah tak layak huni di tahun 2018. Di Kota Pempek itu diketahui terdapat 57 titik kawasan kumuh.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, anggaran bedah rumah tersebut sebesar Rp 16 miliar berasal dari APBN dan APBD. Sedangkan jumlah rumah yang bakal dibedah tahun ini meningkat dari tahun lalu berjumlah 678 unit.

"Tahun ini kita targetkan 3.002 rumah yang bakal dibedah. Anggarannya Rp 10 miliar dari APBD dan Rp 6 miliar dari APBN," ungkap Harnojoyo, Kamis (1/2).

Menurut dia, rumah yang dibedah sesuai kerusakan masing-masing. Namun, program itu diprioritaskan di 57 titik yang masuk dalam kawasan kumuh.

"Nantinya akan dilakukan secara menyebar bukan terfokus pada satu titik saja. Kita targetkan kawasan kumuh bisa ditekan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palembang, Harrey Hadi menjelaskan, wilayah kumuh di Palembang mayoritas menyebar di wilayah Seberang Ulu dan Kecamatan Gandus, sebagian berada di Seberang Ilir.

"Untuk titik-titik persisnya saya kurang paham, tapi untuk mayoritasnya di daerah-daerah itu," kata dia.Selain bedah rumah, kata dia, pihaknya akan melakukan program KotaKu pada 2019. Program ini secara garis besar membentuk kota baru di Kecamatan Seberang Ulu I, Plaju, dan Jakabaring. Hanya saja, program itu masih terkendala pembebasan lahan.

"Di kota baru ini kita bangun restoran, hotel, dan fasilitas lain. Kita ingin kawasan Seberang Ulu juga tak kalah hebat dari Seberang Ilir karena di situ ada Jalabaring Sport City, yakni kawasan olahraga berkelas internasional," tandasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP