Antisipasi serangan teroris, Polres dan gereja di Kupang dijaga ketat aparat
Merdeka.com - Tidak seperti biasanya, penjagaan pintu masuk Polres Kupang Kota semakin diperketat, pascabom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin pagi.
Petugas yang berjaga dilengkapi dengan senjata laras panjang dan rompi antipeluru. Setiap orang yang masuk ke Mapolres diperiksa dengan teliti. Polisi juga memeriksa barang bawaan para pengunjung.
Jalan utama menuju Mapolres juga dipasang pagar kawat duri, guna mencegah apabila terjadi aksi penyerobotan oleh para terduga teroris. Selain di kantor kepolisian, tempat vital seperti rumah ibadah juga dijaga ketat, oleh aparat gabungan TNI dan Polri.
Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho kepada wartawan mengaku, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat jika tidak nyaman saat memasuki Mapolres Kupang Kota, karena hal ini diterapkan semua Polres di seluruh Indonesia.
"Ya sebagaimana mako-mako polres di seluruh indonesia, kita melakukan pengamanan mako kita terapkan sistem pam, kita lakukan pengamanan ini mungkin beda dengan sehari hari. Jadi kita sampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, bahwa ada yang berbeda di kepolisian ini semata-mata untuk kewaspadaan dan keamanan kita bersama," kata Anthon, Senin (14/5).
Ia berharap, masyarakat bisa memaklumi karena semua yang masuk ke Mapolres akan diperiksa ketat.
"Ini kantor pelayanan sehingga kami tidak bisa menolak masyarakat, namun yang kita lakukan sekarang agak berbeda, kami harap masyarakat bisa memaklumi. Ya pemeriksaan akan lebih ketat, penambahan personel dan senjata," kata Anthon.
Masyarakat diimbau untuk tidak gegabah dalam mengambil tindakan, namun cepat melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan hal mencurigakan di lingkugannya berada.
Sementara itu masyarakat Kota Kupang mengaku tidak takut akan ancaman teroris, karena ada pihak berwajib yang siap siaga melakukan pengamanan dan penindakan jika ada ancaman.
"Kami tidak resah dan kami rasa bahwa iman kami tidak akan terganggu. Memang terus terang, kami di Indonesia timur, NTT, khususnya Kupang toleransi kami itu tinggi ketika sesuatu kami ditekan, kami tidak menekan balik. Malah kami anggap teroris itu bagian dari kejahatan dan kami serahkan kepada hukum yang berlaku," kata warga Kota Kupang, Alfredus Rudy.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya