Annisa Pohan: Kita sudah berjuang maksimal, semua ada hikmahnya

Rabu, 15 Februari 2017 23:20 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Annisa Pohan: Kita sudah berjuang maksimal, semua ada hikmahnya Annisa Pohan temani Agus nyoblos. ©2017 Merdeka.com/Septian

Merdeka.com - Kesedihan tampak terpancar dari Annisa Pohan saat mendampingi suaminya, Agus Harimurti Yudhoyono yang menyampaikan pidato kekalahannya di Pilgub DKI. Annisa mengaku legowo dan menerima kekalahan suaminya karena tim pemenangan dan pendukung telah berjuang keras untuk menang. Dia meyakini, ada hikmah di balik kekalahan Agus-Sylviana.

"Ini adalah realita yang harus dihadapi, tentunya kita sudah berjuang dengan sangat maksimal, dan berdoa dengan ibadah yang tidak putus, di balik ini semua ada hikmahnya," kata Annisa di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (15/2).

Menurutnya, ada rencana Allah yang jauh lebih baik untuk suaminya dan Sylviana. Annisa percaya doa yang telah dipanjatkan atas usaha Agus dan Sylviana akan segera dikabulkan selain melalui jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Ada rencana Allah yang lebih baik untuk Mas Agus dan Mbak Sylvi. Tapi saya percaya telah semua yang dilakukan dan doa-doa yang telah dipanjatkan pasti akan dikabulkan, karena itu merupakan janji Allah, hanya waktunya saja yang kita tidak tahu," terangnya.

"Bisa sekarang, bisa diganti yang lebih baik, dijauhkan dari bahaya apapun juga, pasti ada sesuatu yang lebih baik, jadi kita prasangka baik saja karena memang ini sudah jalannya," sambung Annisa.

Annisa menambahkan, Agus belum memikirkan karier ke depannya. Pihak keluarga masih memperbaiki hati dan pikiran setelah mengetahui Agus-Sylviana kalah.

"Kita masih perlu mencerna dan menata hati baru mendengar quick count hari ini, tentu untuk ke depannya masih dipikirkan lagi. Tapi yang pasti apa pun rencananya yang akan dilakukan Mas Agus, jadi dia ini adalah prajurit dan jiwanya selalu tertanam," ungkap Annisa.

Kendati demikian, Annisa menuturkan, suaminya akan terus mengabdi kepada bangsa dan negara meskipun bukan dengan jalan memimpin Jakarta.

"Kami keluarganya juga begitu, prajurit itu dalam hatinya untuk NKRI dan Indonesia, apapun yang dilakukan ke depannya pastinya bentuk pengabdian untuk Indonesia. Saat ini pun kami memiliki niat baik tapi belum waktunya saja, kami perlu doanya," pungkas dia. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini