Anies: Pemakaman di Jabodetabek Ditutup untuk Ziarah pada 12-16 Mei

Senin, 10 Mei 2021 17:19 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Anies: Pemakaman di Jabodetabek Ditutup untuk Ziarah pada 12-16 Mei Anies Baswedan Serahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban 2020. ©2021 Foto dari Humas Pemprov DKI Jakarta

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya bersama Kepala daerah di wilayah penyangga Jakarta akan menutup seluruh Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Anies mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah di wilayah Jabodetabek, Pangdam Jaya, serta Kapolda Metro Jaya. Itulah sebabnya, kata dia, bukan hanya warga DKI saja yang dilarang melakukan ziarah kubur, namun warga Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang juga dilarang melaksanakan ziarah.

"Ziarah kubur ditiadakan 12-16 Mei 2021. Seluruh pemakaman Jabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah," kata Anies Baswedan saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5).

Anies menegaskan bahwa larangan ziarah itu dibuat untuk mencegah adanya kerumunan di pemakaman yang mana bisa berpotensi menjadi tempat penularan virus Corona. Meskipun TPU ditutup untuk para peziarah, namun kata dia, Dinas Pengelola Pemakaman Jabodetabek akan tetap mengizinkan kegiatan penguburan warga yang meninggal dunia.

Terkait aturan lebih lengkap mengenai penguburan menjelang Idulfitri tersebut, Anies mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengeluarkan aturan resminya.

"Kegiatan pemakaman tetap berjalan di tempat pemakaman itu. Nanti diatur oleh Dinas Pengelola Pemakaman itu," kata Anies.

Selain itu, terkait penyaluran zakat, Anies juga mengimbau agar penyalurannya dilakukan secara door to door ke penerima masing-masing dengan menerapkan aturan protokol kesehatan dengan ketat. Dia meminta kepada pihak penyaluran zakat untuk tidak menyalurkan zakat di satu tempat yang menimbulkan kerumunan. Sementara

"Penyaluran zakat dilakukan langsung dengan penerima. Tidak mengumpulkan orang untuk menerima zakat di satu tempat," katanya.

"Harus dikasih langsung ke rumah masing-masing ya dan wajib menaati aturan protokol kesehatan," tutupnya

Dalam konferensi pers ini, turut hadir Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin dan Wali Kota Bogor BimaArya. Anies dan kepala daerah Jabodetabek juga melarang warganya untuk melakukan halal bihalal ke rumah kerabat sekitar. Anies mengimbau warganya untuk melaksanakan halal bihalal secara virtual. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini