Anies Baswedan ingatkan Indonesia jangan hanya jadi pemain lokal

Kamis, 13 September 2018 18:04 Reporter : Moch. Andriansyah
Anies Baswedan ingatkan Indonesia jangan hanya jadi pemain lokal Anies Baswedan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pemain lokal di level internasional. Tapi harus bisa ikut mewarnai dengan karya-karya anak bangsa.

"Sebenarnya ini salah satu amanat konstitusi, kita ini bertanggung jawab ikut membangun ketertiban dunia," katanya saat hadir di pembukaan Kongres ke-7 United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/9).

Untuk itu, kata Anies, Indonesia perlu lebih banyak lagi tampil dan menawarkan karya-karyanya di level internasional. Tidak boleh hanya menjadi pemain lokal. Sebab kota-kota besar di Indonesia cukup diperhitungkan di level dunia.

"Surabaya ada Ibu Risma (Wali Kota Surabaya). Apa yang dikerjakan beliau selama hampir dua periode ini, banyak terobosan-terobosan yang bisa ditunjukkan kepada dunia," sambungnya.

Dan event UCLG Aspac di Surabaya, menurut Anies menjadi momentum positif. "Saya selalu mendorong agar di level kota, kinerjanya dirasakan masyarakat dan pengalamannya dijadikan rujukan bagi kota-kota lain di dunia," ungkapnya.

Mantan Menteri Pendidikan ini kembali menegaskan, Kongres ke-7 UCLG ASPAC sangat bagus sebagai forum untuk bertukar pikiran dan pengalaman. Karena kota-kota di dunia punya tantangan berbeda-beda, maka, penyelesaiannya tidak bisa dicopy paste dari satu kota ke kota lainnya.anies bas

"Nah, pertukaran pikiran dan pengalaman itu yang penting. Jadi para wali kota yang hadir di sini, mereka punya kesempatan untuk bertukar pikiran pandangan. Saat pulang ke kotanya masing-masing, banyak inspirasi, mereka akan melihat contoh-contoh terbaik," kata Anies.

Yang tidak kalah penting di kegiatan UCLG Aspac ini, kata Anies, bukan sekadar forum networking. Tapi untuk belanja ide dan gagasan agar bisa diaplikasikan ke kotanya masing-masing.

"Kalau antara Jakarta dan Surabaya, kapan saja bisa. Tapi karena ini pertemuan dunia di Asia Pasifik, jadi kesempatan untuk melihat apa yang dikerjakan di negara-negara lain," tandasnya.

Kongres ke-7 UCLG ASPAC yang digelar di Surabaya ini akan berakhir pada 15 September lusa. Jumat (14/9) besok, akan ditentukan presiden UCLG Aspac baru dan Wali Kota Risma menjadi kandidat kuat menggantikan Won Hee Ryong. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini