Anggota Polair Polda Sumsel tembak kepala sendiri hingga tewas
Merdeka.com - Seorang anggota Polair Polda Sumatera Selatan berinisial Brigadir AP nekat bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri. Tak tanggung-tanggung, senjata yang digunakan adalah senjata serbu jenis SS1.
Peristiwa itu terjadi saat korban berdinas di pos jaga Desa Penuguan, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Senin (1/10). Begitu mendengar suara letusan, rekan korban berusaha menyelamatkan dengan membawanya ke bidan desa.
Namun, kondisi korban semakin kritis sehingga dilakukan rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menggunakan speedboat. Dalam perjalanan, korban dinyatakan tewas.
Menurut bidan desa setempat, Ria Sugiarti, kondisi korban terluka parah. Luka tembakan itu mengenai kepala dan tembus.
"Luka tembaknya sangat serius, kena kepala tembus," ungkap Ria di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang, Senin (1/10).
Namun, Ria tidak mengetahui persis kejadian itu. Dia dimintai rekan-rekan korban untuk melakukan pertolongan medis.
"Meninggal dunia di speedboat karena perjalanan menuju Palembang perlu tiga jam, kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya," jelasnya.
Informasi dihimpun, beberapa saat bunuh diri, korban linglung di dalam pos jaga. Dia juga gelisah seperti sedang ditimpa masalah besar.
Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thabrani membenarkan anak buahnya tewas usai menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata serbu jenis SS1. Dari keterangan yang didapat rekan dinas, korban sering mengurung diri.
"Memang kata temannya korban sering ngurung diri," ungkap Imam, Senin (1/10).
Untuk memastikan motifnya, Imam akan mendalami kasus ini dengan mengambil keterangan saksi dan rekan-rekan korban yang lain. Pihaknya juga sudah mengamankan senjata yang digunakan korban berbuat nekat itu.
"Motifnya masih kami dalami. Ini kan musibah, jangan terlalu dibesar-besarkan," tutup Imam.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya