Anggota DPRD Surabaya dari Golkar Ditahan atas Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 5 Miliar

Jumat, 16 Agustus 2019 22:26 Reporter : Erwin Yohanes
Anggota DPRD Surabaya dari Golkar Ditahan atas Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 5 Miliar Kejari Tahan 1 Anggota DPRD Surabaya. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, kembali melakukan penahanan terhadap 1 anggota DPRD Surabaya, terkait dengan kasus dugaan korupsi kasus Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dana hibah Pemkot tahun 2016. Satu anggota DPRD Surabaya yang ditahan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya ini adalah Binti Rochmah, politisi asal Partai Golkar.

Penahanan terhadap Binti Rochmah ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjung Perak Surabaya, Dimaz Atmadi. Dia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dana hibah Pemkot tahun 2016, penyidik pun menaikkan statusnya menjadi tersangka.

"Penyidik melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan untuk 20 hari ke depan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan ditemukan dua alat bukti yang cukup, yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka dan kita tahan," ungkapnya, Jumat (16/8).

Ia menambahkan, tersangka diyakini keterlibatannya dalam kasus tersebut, setelah penyidik menemukan adanya aliran dana Jasmas dari terpidana Agus Setiawan Tjong.

Disinggung mengenai peran tersangka, Dimaz menyatakan sama dengan tersangka anggota dewan lain yang telah ditahan pihaknya. Yaitu, menerima sejumlah fee dari proposal-proposal yang diajukannya. "Tersangka ini diketahui mengajukan 42 proposal. Dia menerima fee dari dari setiap pengajuan proposal itu," tambahnya.

Pada hari ini, pihaknya sebenarnya telah melakukan pemanggilan terhadap 4 anggota DPRD Surabaya. Yakni, Wakil Ketua DPRD Ratih Retnowati, anggota dewan Saiful Aidy dan Dini Rijanti.

Namun, dari 4 anggota dewan yang dipanggil tersebut, hanya satu yang hadir yakni Binti Rochmah. Sedangkan tiga lainnya tidak hadir dengan alasan sedang ada tugas keluar kota. "Kami akan jadwalkan pemanggilan kembali ketiga anggota dewan yang tidak hadir pada hari ini," tegasnya.

Sebelumnya, terdakwa Agus Setiawan Tjong dipidana selama 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, karena mengkoordinir pengadaan proyek jasmas yang bertentangan dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 25 tahun 2016 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber APBD sebagaimana telah diubah dengan Permendagri nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Modus yang dilakukan tersangka dengan cara mengkoordinir 230 ketua RT yang ada di Surabaya untuk mengajukan proposal pengadaan tenda, kursi dan soundsystem. Oleh tersangka, proposal itu diajukan ke anggota dewan untuk disetujui. Dana pengadaan itu diambil dari dana Jasmas. Oleh tersangka, harga barang tersebut dimark up hingga Rp 5 miliar.

Kasus ini sendiri sebelumnya telah menyeret dua anggota DPRD Surabaya sebagai tersangka. Keduanya adalah, Sugito, anggota DPRD Surabaya dari Partai Hanura dan Dharmawan, Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Partai Golkar
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini