Anggarkan Rp5 Triliun, Wagub Target 2021 Banjir Jakarta Kurang 11 Persen

Minggu, 18 Oktober 2020 21:28 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Anggarkan Rp5 Triliun, Wagub Target 2021 Banjir Jakarta Kurang 11 Persen Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Kawasan Industri Pulogadung. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria menyatakan bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program pengendalian banjir sekitar Rp 5 triliun. Yang mana anggaran tersebut, kata dia, sedang dipersiapkan dalam dua tahun ini.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, dia berharap, program pengendalian banjir bisa terus dilakukan. Oleh karena itu, dia merasa Pemprov DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air dan instansi terkait harus bekerja lebih berat lagi.

"Jadi kita upayakan dan tidak kurang dari Rp5 triliun dalam 2 tahun ke depan, anggaran kita persiapkan sekalipun di masa pandemi," kata Riza saat ditemui wartawan di Kali Sentiong, Minggu (18/10).

Dia menargetkan, pada tahun 2021, program-program yang sedang dijalankan tersebut bisa mengurangi 11 persen potensi banjir di Jakarta. Jadi, meskipun Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah Covid-19 terbanyak di Indonesia, namun program pengendalian banjir tetap dilanjutkan.

"Targetnya, di tahun 2021 setidaknya bisa mengurangi 11 persen potensi banjir di Jakarta. Dalam rangka pengendalian banjir di tengah pandemi, memang kerja kita lebih berat lagi ya," tambahnya.

Riza menjabarkan, butuh waktu delapan tahun untuk menyelesaikan program Grebek Lumpur. Yang mana, ada 13 danau, setu, atau waduk yang menjadi sasaran program tersebut. Volume lumpur yang dikeruk sebesar 4,5 juta meter kubik.

"Baru selesai kurang lebih 11 persen atau 500.000 meter kubik. Jadi menurut hitungan sederhana dengan kapasitas sekarang, butuh waktu 8 tahun (untuk selesai)," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pengerukan, maka menurutnya diperlukan peningkatan jumlah alat berat. Dia berharap seluruh pihak bisa mendukung penambahan jumlah alat berat ini.

"Kita akan meningkatkan jumlah alat yang kita miliki, kita juga minta bantuan dari instansi lain di internal maupun developer di eksternal. Termasuk bantuan dari pemerintah pusat," imbuhnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/10) kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau Program Grebek Lumpur di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Anies mengatakan bahwa eskavator yang dikerahkan pada Sabtu kemarin sebanyak tiga kali lipat dari biasanya.

Anggaran Rp 5 Triliun tersebut juga akan dipergunakan untuk memperbaiki pompa-pompa air di DKI Jakarta. Selain itu, lanjut Riza, akan dibuat sodetan-sodetan di sepanjang danau atau kali yang sedang dikeruk.

"Kita juga akan mempersiapkan dan memperbaiki seluruh pompa yang kita miliki," ujarnya.

Bukan hanya itu, Riza mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program early warning system dan drainase vertikal biopori. Riza menyampaikan rasa bahagianya karena kata dia, pemerintah pusat sudah mendukung program-program pengendalian banjir yang ia sebutkan itu.

"Alhamdulillah dapat dukungan dari Menteri PUPR pak Basuki dan juga pemerintah pusat, pak presiden membantu menyiapkan dua waduk besar di Ciawi dan di Cimahi, dan berbagai program melalui Pak Sofyan Djalil yang ditunjuk untuk mengkoordinasikan Jakarta dan sekitarnya dalam rangka pengendalian banjir," imbuhnya. [eko]

Baca juga:
BMKG: Dampak La Nina, Jakarta akan Diguyur Hujan Lebat Seminggu ke Depan
Wagub Riza Patria Sentil Pengembang Perumahan Sebabkan Banjir Jakarta
Wagub DKI Lanjutkan Program Penanggulangan Banjir yang Digagas Sejak Era Bang Yos
Pantau Pengerukan Kali Sentiong, Wagub DKI Minta Semua Gotong Royong Cegah Banjir
Pemprov DKI Sediakan 487 Pompa Stasioner Antisipasi Banjir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini