Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk Koopsus TNI tunggu Keppres

Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk Koopsus TNI tunggu Keppres Peringatan HUT ke-72 TNI AU. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan anggaran Rp 1,5 Triliun untuk kebutuhan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadjadana, dana Rp 1,5 Triliun belum diajukan karena menunggu Keputusan Presiden (Keppres) tentang Koopsus TNI. Anggaran ini baru sekadar usulan dan belum dimasukan dalam pagu anggaran Kemenhan/TNI.

"Belum-belum itu nunggu Keppres dulu. Itu masih dibicarakan dulu kita masih rancang dulu dengan Mabes TNI apa kira-kira pengadaan untuk Koopsus itu," kata Hadiyan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9).

Hadiyan menjelaskan, besaran anggaran itu juga baru sekadar usulan. Besarannya masih bisa berubah.

"Ya itu perencanaan Panglima tapi sekali lagi Kemenkeu pasti akan menanyakan dasarnya pengeluaran itu soal apa penganggaran uang itu apa, organisasi itu dasarnya apa," ungkapnya.

Diketahui, karena TNI berada dalam naungan Kemenhan, maka anggaran TNI jadi satu dengan anggaran Kemenhan. Sehingga pagu anggaran 2019 ke DPR yang diajukan sama-sama Rp 107 Triliun. Angka tersebut telah disetujui setelah sebelumnya dimengajukan dana Rp 215 Triliun.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri Rapat Kerja (Raker) untuk membahas Recana Kerja Anggaran (RKA) 2019. Dalam rapat itu, Panglima mengajukan dana Rp 1,5 triliun untuk Koopsus TNI.

"Koopsus TNI itu Rp 1,5 trilun terdiri untuk pembangunan sarana dan prasarana, pemilihan material khusus, senjata dan perlengkapan lainnya," kata Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9).

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP