Ancam penerbangan, 16 balon udara raksasa di Wonosobo disita polisi

Minggu, 17 Juni 2018 01:02 Reporter : Abdul Aziz
Ancam penerbangan, 16 balon udara raksasa di Wonosobo disita polisi pesawat. shutterstock

Merdeka.com - Dinilai membahayakan penerbangan, aparat Polres dan Kodim 0707 Wonosobo menggelar razia penerbangan balon udara tanpa awak, Sabtu (16/6). Di hari yang sama, masuk komplain ke Lanud Purbalingga mengenai balon udara tersebut dari 71 pilot pesawat.

Hasil razia, 16 balon udara dengan rata-rata diameter 5 meter hingga 8 meter diamankan dari beberapa desa di Kecamatan Wonosobo. Diamankan pula 9 pelaku yang tertangkap tangan sedang berusaha menerbangkan balon udara tersebut. Dari 9 pelaku, 6 di antaranya masih anak-anak.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, mengungkapkan baik Polres, Kodim, Pemda dan bahkan otoritas penerbangan AIRNAV Indonesia, sudah berkali-kali menggelar sosialisasi kerawanan penerbangan balon udara. Penerbangan sebenarnya diperbolehkan, asal sesuai aturan yaitu tentang ketinggian dan ditambatkan.

"Artinya tidak boleh dilepasliarkan karena berpotensi mengganggu penerbangan pesawat udara," kata Kapolres Sabtu (16/6).

16 balon udara raksasa disita di wonosobo

Abdul Waras merinci, 16 balon udara yang disita, 4 merupakan hasil penyerahan dari Kodim 0707 Wonosobo, sementara 12 lainnya merupakan hasil. Sedang 9 pelaku, rinciannya 3 orang dewasa berinisial IA, NA dan RF. Serta 6 pelaku anak yaitu SA, HR, AF, YA, AH dan OF.

"Semuanya warga Bumireso Wonosobo. Mereka kami kenakan Pasal 411 Jo 53 UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun kurungan dan denda paling banyak Rp 500 juta," lanjut Kapolres.

Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi Fauzan Fadli menegaskan pengendalian penerbangan dan peringatan penangkapan bagian shock terapi. Ia berharap masyarakat menjadi lebih peduli terhadap keselamatan penerbangan karena sekali pesawat menabrak balon udara, dipastikan berakibat fatal.

Sementara itu, menurut Kadisop Lanud Jendral Sudirman Purbalingga, Mayor Naharudin, pada Sabtu (16/6) pagi, ada komplain mengenai balon udara ini dari 71 pilot pesawat.

16 balon udara raksasa disita di wonosobo

"Balon ini sangat beresiko sekali karena saat menyangkut ke alat kemudi pesawat akan mengganggu. Apalagi jika masuk ke mesin pesawat yang bisa menyebabkan kebakaran, dimana sangat berbahaya jika mesin terganggu, maka dipastikan celaka," ungkapnya.

Penerbangan balon udara di Wonosobo, jadi semacam tradisi merayakan lebaran. Balon ini biasanya diterbangkan saat pagi hari pada perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Untuk mengakomodir minat masyarakat menerbangkan balon, Polres, Kodim, Pemda dan Airnav Indonesia bekerjasama merencanakan even lomba balon udara Selasa (19/6) mendatang. Nantinya diharapkan, masyarakat tidak lagi menerbangkan balon udara tanpa awak dengan liar. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Balon Udara
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini