Analisis BNPT Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Tidak Bekerja Sendiri

Jumat, 9 Desember 2022 06:22 Reporter : Ya'cob Billiocta
Analisis BNPT Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Tidak Bekerja Sendiri Pengamanan usai ledakan bom di Polsek Astana Anyar. ©2022 AFP/Timur Matahari

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menduga Agus Sujatno, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, tidak bekerja sendiri.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Ibnu Suhendra mengatakan, aksi teror yang terjadi di Polsek Astana Anyar itu merupakan aksi dari suatu kelompok, seperti yang dilakukan pelaku pada tahun 2017 saat menyerang Kantor Kelurahan Cicendo, Kota Bandung.

"Berbeda dengan pelaku yang melakukan penyerangan di Bareskrim (Mabes Polri pada 2021), yang diidentifikasi oleh Densus bahwa itu lone wolf," kata Ibnu di Polrestabes Bandung, Kamis kemarin.

Pada tahun 2017, menurutnya pelaku bom Astana Anyar yakni Agus Sujatno itu terlibat sebagai perakit bom panci di Kelurahan Cicendo. Setelah itu Agus ditangkap dan dipenjara selama empat tahun di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dan bebas pada tahun 2021.

Sehingga dia menduga aksi teror bom di Astana Anyar yang dilancarkan Agus itu berasal dari jaringan atau kelompok yang terstruktur. Karena, kata dia, serangan terhadap kantor polisi itu sama seperti yang dilakukan kelompok teroris sebelumnya yang juga menyerang kantor polisi.

2 dari 2 halaman

"Jika dilihat dari motif, kelompok ini ingin melakukan penyerangan terhadap kepolisian, pelaku ini melakukan sasaran dengan anggota polisi kita yang sedang apel pagi, dengan tujuan supaya anggota kita lebih banyak korban," beber dia. Dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan Agus Sujatno alias Agus Muslim, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, berstatus masih merah dalam program deradikalisasi.

"Yang bersangkutan ini sebelumnya ditahan di LP Nusakambangan. Jadi artinya, dalam tanda kutip masuk kelompok masih merah. Proses deradikalisasi membutuhkan teknik dan taktik berbeda," kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dalam jumpa pers, di Kota Bandung, Rabu (7/12).

Baca juga:
Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Wapres: Deradikalisasi Harus Dievaluasi
Agus Pelaku Bom Bandung Bisa Ledakkan Diri walau Diawasi, Ini Penjelasan BNPT
Misteri yang Terungkap dari Kasus Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
BNPT Akui Tidak Mudah Mengubah Ideologi Terorisme

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini